JurnalLugas.Com — Komisi XI DPR RI menyepakati Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) untuk periode 2026–2031.
Keputusan tersebut diambil setelah Sarjito menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR RI, Senin, 24 Agustus 2026.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Haekal membenarkan keputusan tersebut. “Sarjito ditetapkan untuk periode 2026–2031,” ujarnya.
Nama Sarjito bukan baru di sektor jasa keuangan. Ia pernah menduduki sejumlah posisi di Bapepam-LK dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal serta Deputi Komisioner Perlindungan Konsumen.
Sarjito juga pernah dipercaya memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada periode November 2023 hingga Juli 2024.
Dalam uji kelayakan, Sarjito memaparkan delapan kebijakan strategis untuk membangun BMKS sebagai pasar yang likuid dan dipercaya pelaku usaha.
Ia menilai Indonesia perlu meningkatkan posisi dalam menentukan harga mineral dan komoditas strategis di pasar global.
Menurut Sarjito, Indonesia tidak seharusnya terus berada pada posisi sebagai price taker, tetapi perlu bergerak menjadi price influencer hingga mampu menjadi price maker.
“Tantangannya berat dan waktunya sempit, sehingga kepercayaan harus dibangun sejak awal,” kata Sarjito.
Keberadaan BMKS diharapkan dapat menciptakan harga referensi yang lebih kuat bagi perdagangan mineral dan komoditas strategis. Langkah tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan komoditas global.
Setelah mendapat persetujuan Komisi XI, hasil penetapan Sarjito akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum penetapan resminya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS.
Bagi Sarjito, penguatan lembaga tersebut pada akhirnya tidak hanya menyangkut pasar dan perdagangan. Pengelolaan kekayaan alam harus tetap diarahkan pada kepentingan ekonomi nasional dan sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.
Baca berita ekonomi dan nasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(William)






