JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah disingkirkan atau diledakkan. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa, 25 Agustus, melalui platform Truth Social.
Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran. Menurutnya, kapal atau perahu yang kembali memasang ranjau di kawasan tersebut akan menjadi sasaran penghancuran.
Trump menyebut Angkatan Laut AS telah memberikan laporan mengenai kondisi terbaru Selat Hormuz. Ia menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap pemasangan ranjau baru akan diberlakukan.
Selain itu, Trump mengatakan Angkatan Antariksa AS terus memantau kawasan Selat Hormuz, termasuk sejumlah lokasi di Iran yang sebelumnya menjadi sasaran operasi militer Amerika Serikat.
Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci bagaimana operasi pembersihan ranjau dilakukan, termasuk jumlah ranjau yang disebut telah ditemukan dan dihancurkan.
Situasi ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pelayaran internasional. Sebelumnya, Otoritas Selat Teluk Persia Iran menyatakan kapal yang melanggar protokol Iran ketika melintas dapat menghadapi pembatasan pada perjalanan berikutnya.
Pernyataan Trump dan kebijakan Iran tersebut menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di kawasan Selat Hormuz masih berada dalam situasi sensitif. Setiap perubahan aturan maupun aktivitas militer berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran di salah satu jalur laut strategis dunia.
Trump menegaskan sikapnya dengan pernyataan singkat: “Nol toleransi” terhadap pemasangan ranjau baru.
Baca berita dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






