JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (16/3) menyatakan bahwa perang antara AS dan Israel melawan Iran “tidak akan lama” dan kemungkinan besar akan “segera” berakhir. Pernyataan ini muncul saat ia ditanya wartawan di Gedung Putih mengenai kapan konflik bisa selesai.
“Saya rasa tidak akan berakhir pekan ini. Namun, segera,” ujar Trump singkat, sambil menegaskan bahwa penyelesaian konflik akan datang dalam waktu dekat.
Selain itu, Trump menyebut akan segera mengumumkan daftar negara yang setuju bergabung dalam koalisi untuk mengawal kapal-kapal melewati Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
“Ada beberapa negara. Kami akan mengumumkan nama-namanya segera. Beberapa sudah berada di garis depan,” kata Trump.
Namun, tidak semua sekutu AS bersikap kooperatif. Banyak negara Eropa menampakkan sikap enggan atau menolak bergabung dalam pengawalan tersebut. Trump pun kembali mengkritik aliansi NATO.
“Masalah dengan NATO adalah kita selalu ada untuk mereka, tetapi mereka tidak pernah ada untuk kita,” tegas Trump.
Sementara itu, pejabat Uni Eropa Kaja Kallas menegaskan bahwa kepentingan Eropa memang terdampak, namun partisipasi langsung dalam perang bukan prioritas.
“Eropa tidak tertarik pada perang tanpa akhir. Ini bukan perang Eropa, tetapi kepentingan kami terpengaruh secara langsung,” ujarnya saat konferensi di Brussel.
Perlu diketahui, AS dan Israel memulai serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Konflik ini memicu gangguan pelayaran global, kenaikan harga minyak, dan tekanan signifikan terhadap perekonomian dunia.
Situasi yang berkembang ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara AS dan sekutunya, sekaligus mengguncang pasar energi dan politik global.
Sumber informasi lengkap dapat dibaca di JurnalLugas.Com.
(ED)






