JurnalLugas.Com – Amerika Serikat dilaporkan meminta Israel menahan diri dan tidak melancarkan serangan terhadap Iran. Peringatan tersebut muncul di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih rentan terhadap eskalasi baru.
Laporan media Arab Saudi pada Jumat (28/8/2026) yang mengutip sejumlah sumber menyebut Washington telah menyampaikan pesan agar Israel tidak menyerang Iran.
Amerika Serikat juga disebut mendorong Israel mempertahankan kondisi de-eskalasi dengan Suriah. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah ketegangan di kawasan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Di sisi lain, Israel dilaporkan telah memberi tahu Washington mengenai rencana melanjutkan serangan terbatas secara berkala terhadap sejumlah sasaran di Jalur Gaza dan Lebanon.
Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut tidak merinci sasaran maupun waktu operasi yang dimaksud. Namun, informasi itu menunjukkan bahwa meski Washington mendorong penurunan ketegangan, aktivitas militer Israel di sejumlah wilayah konflik masih berpotensi berlanjut.
Situasi tersebut membuat posisi Amerika Serikat berada pada dua kepentingan sekaligus, yakni mendorong pengendalian eskalasi di kawasan sembari tetap menghadapi rencana operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon.
Perkembangan ini menjadi perhatian karena serangan terhadap Iran berpotensi membuka jalur konflik baru di Timur Tengah. Karena itu, pesan Washington kepada Israel menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga agar ketegangan regional tidak kembali meningkat.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






