JurnalLugas.Com — Virus West Nile (WNV) kembali menjadi perhatian di Belanda setelah satu orang yang tertular secara lokal dilaporkan meninggal dunia.
Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) menyebut terdapat tiga kasus infeksi WNV yang kemungkinan diperoleh dari penularan lokal sepanjang 2026.
Kasus tersebut muncul setelah seorang pendonor darah sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi WNV. Namun, RIVM memastikan korban meninggal bukan pendonor tersebut maupun orang yang menerima produk darahnya.
“Sejauh ini terdapat tiga kasus yang kemungkinan tertular di Belanda,” kata RIVM.
Indikasi virus beredar di lingkungan setempat juga diperkuat dengan ditemukannya WNV pada seekor kuda dan burung di sejumlah wilayah Belanda. Kondisi ini menunjukkan adanya sirkulasi virus di antara populasi nyamuk lokal.
WNV umumnya berada dalam siklus penularan antara burung dan nyamuk. Manusia dapat terinfeksi ketika digigit nyamuk yang membawa virus tersebut. Meski demikian, manusia dan kuda tidak menjadi sumber penularan lanjutan kepada manusia atau hewan lain.
RIVM menilai risiko masyarakat tertular demam West Nile di Belanda masih sangat rendah. Sebagian besar orang yang terinfeksi bahkan tidak mengalami gejala.
Sekitar 80 persen infeksi tidak menimbulkan keluhan, sedangkan sekitar 19 persen dapat menyebabkan gejala menyerupai flu. Pada sekitar 1 persen kasus, infeksi dapat berkembang menjadi penyakit berat yang menyerang sistem saraf.
Munculnya kasus lokal dan temuan virus pada hewan menjadi perhatian karena menunjukkan WNV masih dapat bersirkulasi melalui ekosistem nyamuk dan burung di Belanda.
Baca informasi kesehatan dan berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






