JurnalLugas.Com — Iran mengklaim sebagian besar kebutuhan senjata dan amunisinya kini mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pemerintah Iran menyebut tingkat kemandirian industri pertahanannya telah mencapai sekitar 90 persen.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, mengatakan negaranya saat ini memproduksi lebih dari 1.000 jenis senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi secara domestik.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dibanding masa sebelum Revolusi Iran. Ketergantungan terhadap produk pertahanan dari luar negeri yang sebelumnya disebut mencapai 90 persen kini diklaim telah berbalik menjadi tingkat kemandirian produksi sekitar 90 persen.
“Kini sekitar 90 persen kebutuhan pertahanan kami diproduksi di dalam negeri,” ujar Talaei-Nik, Jumat (28/8/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Iran sebelumnya menyebut kapasitas produksi senjata dan perlengkapan pertahanan negaranya telah meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir.
Peningkatan produksi menjadi perhatian penting bagi Iran di tengah ketegangan berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan yang terjadi sejak akhir Februari lalu mendorong Teheran memperkuat kemampuan pertahanannya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Meski ketegangan Iran-AS saat ini tidak berada dalam fase permusuhan aktif, tekanan ekonomi terhadap Teheran masih berlanjut. Kondisi tersebut membuat kemampuan produksi pertahanan secara mandiri menjadi salah satu prioritas strategis Iran.
Klaim kemandirian hingga 90 persen itu sekaligus menunjukkan arah kebijakan Teheran untuk mempertahankan kapasitas militernya dengan mengandalkan industri domestik di tengah tekanan eksternal.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
JurnalLugas.Com
(Handoko)






