J.D. Vance Akui Pasukan AS Bisa Salah Sasaran, Pernikahan di Iran Dilaporkan Jadi Korban Serangan

JurnalLugas.Com — Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui kemungkinan pasukan AS melakukan kesalahan hingga serangan militer mengenai warga sipil. Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan dugaan serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di Iran.

Vance mengatakan militer AS tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran. Namun, ia mengakui kesalahan dalam operasi militer tetap mungkin terjadi dan kini sedang diselidiki.

Bacaan Lainnya

“Warga sipil bukan target. Jika kesalahan terjadi, militer akan menyelidikinya dan melakukan perbaikan,” kata Vance, Kamis (3/9).

Pernyataan tersebut muncul setelah otoritas Iran melaporkan sebuah upacara pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, terkena serangan AS pada Selasa malam (1/9).

Data terbaru dari pihak Iran menyebut sedikitnya lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Pada malam yang sama, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan targetnya merupakan fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer AS di beberapa negara kawasan Timur Tengah.

Dugaan jatuhnya korban sipil dalam operasi tersebut kini menjadi persoalan yang tengah diperiksa Washington.

Pengakuan Vance membuka ruang bagi penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah serangan itu benar mengenai lokasi sipil dan bagaimana insiden tersebut bisa terjadi.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Heboh Trump Unggah Foto Mirip Yesus, Gedung Putih, Itu Sekadar Candaan

Pos terkait