JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan tidak menginginkan konflik dengan Amerika Serikat terus berlanjut. Namun, ia menegaskan Iran harus memperkuat ketahanan nasional untuk menghadapi situasi yang mungkin berkembang ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pimpinan universitas di Iran pada Jumat. Ia menilai penguatan negara diperlukan agar Iran tidak berada dalam posisi lemah ketika menghadapi tekanan maupun kemungkinan perundingan.
“Saya tidak mendukung perang berlanjut, tetapi ketahanan negara harus diperkuat,” ujar Pezeshkian seperti dikutip Mehr.
Pezeshkian juga meminta kalangan perguruan tinggi ikut membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan yang muncul. Menurutnya, kekuatan nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi akademisi dan mahasiswa.
Di bidang ekonomi, ia mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Kebijakan yang tidak dihitung secara matang justru berisiko memperbesar persoalan.
Presiden Iran itu juga menyoroti peran generasi muda, khususnya Generasi Z. Ia berharap mahasiswa dapat dilibatkan dalam mencari solusi atas persoalan masyarakat dan ikut memberikan gagasan kepada pemerintah.
Di tengah tekanan yang dihadapi Iran, Pezeshkian mengatakan dirinya tidak terikat dengan kelompok politik tertentu. Ia menyatakan terbuka bekerja sama dengan berbagai kelompok selama memiliki kontribusi dalam menghadapi krisis.
Sikap tersebut menunjukkan upaya Pezeshkian menjaga ketahanan dalam negeri sembari menghindari berlanjutnya perang. Bagi pemerintah Iran, kekuatan nasional dinilai penting agar setiap langkah menghadapi Amerika Serikat tidak dilakukan dari posisi yang rentan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






