JurnalLugas.Com — Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) tercatat lebih tinggi dibandingkan Presiden Prabowo Subianto dalam survei Tempo Data Science.
Temuan ini dinilai menarik karena dukungan terhadap KDM tidak hanya datang dari kelompok yang kecewa terhadap kondisi pemerintahan.
Peneliti SMRC Saidiman Ahmad menyoroti pola dukungan tersebut. Menurut dia, KDM bahkan mampu meraih dukungan lebih besar dari responden yang menyatakan puas terhadap kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, arah bangsa, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Saidiman menilai temuan tersebut menunjukkan persoalan yang lebih luas bagi pemerintahan Prabowo. Ia menyebut dukungan kepada KDM tidak semata-mata merupakan bentuk protes dari kelompok yang tidak puas.
“Yang puas pun lebih banyak memilih KDM dibanding Prabowo,” kata Saidiman, dikutip Jumat (4/9/2026).
Dalam survei itu, elektabilitas top of mind Dedi Mulyadi mencapai 30 persen, sementara Prabowo berada di angka 20 persen.
Namun, ketika responden diberikan daftar nama tokoh, posisi Prabowo kembali menjadi yang teratas dalam tingkat awareness, disusul Gibran Rakabuming Raka, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Dedi Mulyadi.
Survei tersebut juga mencatat citra positif Dedi Mulyadi berada pada angka 90 persen. Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran disebut turun dari 75 persen pada Desember 2025 menjadi 37 persen pada Agustus 2026.
Survei Tempo Data Science melibatkan 1.260 responden di 38 provinsi dengan pengumpulan data pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026. Tingkat ketidakpuasan nasional tercatat 62 persen.
Bagi Saidiman, kombinasi antara tingginya elektabilitas Dedi dan menurunnya kepuasan terhadap pemerintah menjadi sinyal politik yang patut diperhatikan.
“Prabowo kehilangan legitimasi,” ujarnya.
Temuan tersebut menunjukkan persaingan elektabilitas tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kepuasan atau ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.
Dedi Mulyadi justru terlihat mampu menarik dukungan dari kelompok pemilih dengan penilaian yang berbeda terhadap kondisi nasional.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Soefriyanto)






