JurnalLugas.Com — Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian setelah survei Tempo Data Science menempatkannya jauh di atas Presiden Prabowo Subianto dalam peta elektabilitas nasional.
Survei yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 itu mencatat Dedi Mulyadi memperoleh 41 persen dalam kategori top of mind. Angka tersebut terpaut cukup jauh dari Prabowo yang berada di posisi 15 persen.
Dalam simulasi calon presiden, elektabilitas Dedi juga mencapai 43 persen. Prabowo berada di angka 15 persen, kemudian Anies Baswedan 10 persen dan Gibran Rakabuming Raka 6 persen.
Peneliti politik dan kebijakan publik Saidiman Ahmad menilai hasil tersebut menarik karena dukungan terhadap Dedi Mulyadi tidak semata-mata berasal dari kelompok masyarakat yang kecewa terhadap pemerintah.
Menurut Saidiman, pemilih yang mengaku puas terhadap berbagai kondisi pemerintahan pun justru banyak mengarahkan pilihan kepada Dedi Mulyadi.
“Pemilih yang puas maupun tidak puas sama-sama lebih banyak memilih KDM,” kata Saidiman melalui akun X pribadinya, Jumat 04 September 2026.
Temuan itu menjadi sorotan karena survei yang sama mencatat kepuasan publik terhadap pemerintahan berada di level 37 persen. Sementara itu, sebanyak 68 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional sedang buruk atau mengalami kemunduran.
Bagi Saidiman, pola tersebut menunjukkan dukungan terhadap Dedi Mulyadi mulai berkembang sebagai pilihan politik tersendiri, bukan sekadar pelampiasan dari ketidakpuasan terhadap pemerintah.
Ia bahkan menilai kondisi itu menjadi sinyal adanya persoalan legitimasi politik bagi Prabowo. Namun, angka survei tetap perlu dibaca sebagai gambaran preferensi publik pada saat survei dilakukan, bukan kepastian hasil pemilu mendatang.
Perubahan peta elektabilitas tersebut sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya posisi Dedi Mulyadi sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam dinamika politik nasional.
Baca berita politik dan perkembangan nasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Soefriyanto)






