Houthi Makin Dekat ke Aden, Pulau Mayun dan Jalur Bab al-Mandab Dikuasai

JurnalLugas.Com – Kelompok Houthi memperluas kendalinya di Yaman dengan menguasai sejumlah wilayah strategis di pesisir barat hingga Pulau Mayun atau Perim yang berada di tengah Selat Bab al-Mandab.

Penguasaan pulau tersebut terjadi pada Jumat, 11 September 2026, setelah pasukan pemerintah Yaman yang sebelumnya berjaga di wilayah itu menarik diri. Pasukan Houthi kemudian mendarat menggunakan sejumlah perahu dan mengambil alih pulau tanpa perlawanan berarti.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut semakin memperkuat posisi Houthi di kawasan Bab al-Mandab, selat penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan jalur menuju Samudra Hindia.

Sehari sebelumnya, kelompok tersebut juga dilaporkan merebut Mocha, kota pelabuhan strategis di pesisir barat daya Yaman. Setelah itu, pergerakan Houthi berlanjut ke arah selatan menuju Provinsi Lahj.

Baca Juga  Drone Houthi Serang Kota Eilat, Israel Klaim Berhasil Cegat Serangan Udara Yaman

Pasukan pemerintah disebut mundur ke wilayah Khor Omeira, sekitar 90 kilometer dari Aden. Kondisi tersebut membuat garis depan konflik semakin mendekati Aden yang menjadi pusat sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Pejabat keamanan setempat menyebut akses menuju bagian barat Aden mulai diperkuat untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

Sementara itu, juru bicara Houthi Yahya Sarea mengklaim operasi militer yang dimulai sejak 3 September telah menguasai sekitar 5.400 kilometer persegi wilayah Yaman bagian barat.

Ia juga mengklaim kelompoknya terlibat dalam puluhan pertempuran dengan pesawat tempur Arab Saudi serta menjatuhkan sembilan pesawat. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Houthi juga menyatakan lalu lintas pelayaran internasional di Bab al-Mandab tetap aman. Meski begitu, kelompok tersebut mempertahankan pembatasan terhadap kapal-kapal Arab Saudi yang sebelumnya diumumkan.

Situasi ini menjadi perhatian karena Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran penting bagi perdagangan global dan pengiriman energi.

Baca Juga  Houthi Segera Balas Arab Saudi atas Serangan di Hodeidah Yaman

Perubahan kontrol keamanan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas kapal.

Perkembangan terbaru ini menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 berhasil meredam sebagian besar pertempuran berskala besar di Yaman.

Dengan Houthi kini menguasai wilayah pesisir dan titik strategis di sekitar Bab al-Mandab, perhatian berikutnya tertuju pada arah pergerakan mereka menuju Aden dan respons pasukan pemerintah Yaman.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait