JurnalLugas.Com — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai mengubah arah pertumbuhan bisnis dengan tidak lagi hanya mengandalkan distribusi bahan baku. Perseroan kini mendorong produk dan solusi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Strategi tersebut akan ditopang empat lini utama, yakni food ingredients, personal care dan kosmetik, kimia industri, serta fragrance. Pengembangan bisnis ini masuk dalam peta jalan perseroan untuk periode 2026-2027.
Di sektor bahan baku makanan, SMLE memperluas produk ke protein susu fungsional, perisa alami, bahan pelapis untuk permen dan cokelat, serta pewarna alami.
Perseroan juga membuka peluang baru melalui kemitraan untuk produk probiotik, pascabiotik, protein susu kambing hingga solusi untuk mengurangi rasa pahit pada produk tertentu.
Direktur Utama dan CEO SMLE Siu Min mengatakan perusahaan ingin memperbesar bisnis food ingredients melalui produk yang memiliki aplikasi lebih luas, terutama pada pasar kesehatan, pangan fungsional dan nutrisi.
Sementara pada lini personal care dan kosmetik, SMLE memperkuat portofolio bahan baku seperti surfaktan dan silikon. Produk tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk makeup, facial wash, body wash dan skincare.
Untuk mendukung ekspansi, perusahaan memanfaatkan jaringan pemasok dari sejumlah negara seperti Jepang, Korea, China dan Eropa. Langkah ini dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus perubahan tren industri kecantikan.
Kimia industri dan fragrance jadi penopang berikutnya
Di bisnis kimia industri, SMLE memperluas penjualan bahan baku khusus seperti aditif, modifier, UV absorber, light stabilizer, performance mineral serta specialty fluid dan emulsion.
Perseroan juga mengembangkan kerja sama pasokan resin dan pigmen yang menyasar industri cat, plastik, pipa PVC, kemasan, komposit hingga produk perekat dan sealant.
Adapun divisi fragrance diposisikan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru. SMLE tidak hanya membidik pasar industri atau B2B, tetapi juga konsumen ritel melalui pengembangan bisnis B2C.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan produk dengan merek sendiri, GK Fragrance. Perseroan juga tengah menjajaki kerja sama dengan produsen asal Prancis untuk memperkuat lini tersebut.
Strategi SMLE menunjukkan upaya perusahaan memperluas sumber pendapatan melalui produk yang lebih terdiferensiasi. Dengan empat divisi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan tidak semata dari peningkatan volume distribusi, tetapi juga dari produk dengan nilai tambah.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda SMLE membangun sumber pertumbuhan baru hingga 2027, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Hans)






