Harga CPO Kembali Melemah, Penurunan Sepekan Tembus 2 Persen

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami tekanan sepanjang perdagangan pekan ini. Kontrak acuan CPO di Bursa Malaysia Derivatives tercatat melemah lebih dari 2 persen dalam sepekan.

Penurunan tersebut menunjukkan pasar sawit masih menghadapi tekanan setelah pergerakan harga komoditas global ikut menjadi perhatian investor.

Bacaan Lainnya

Pergerakan harga CPO tidak hanya dipengaruhi kondisi pasokan dan permintaan minyak sawit, tetapi juga perkembangan harga minyak nabati lain serta sentimen pasar komoditas global.

Baca Juga  Harga CPO Anjlok Drastis! Ini Alasan di Baliknya

Pada perdagangan Jumat (11/9/2026), kontrak CPO untuk pengiriman November kembali ditutup melemah 1,45 persen ke level 4.814 ringgit Malaysia per metrik ton.

Tekanan terhadap CPO juga perlu dicermati karena komoditas ini menjadi salah satu produk ekspor penting bagi Indonesia dan Malaysia.

Perubahan harga di pasar global dapat ikut memengaruhi prospek industri sawit dan kinerja perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.

Di tengah pelemahan sepanjang pekan, pelaku pasar masih mencermati arah permintaan serta perkembangan komoditas energi yang dapat memengaruhi sentimen terhadap minyak nabati.

Pelemahan harga CPO menjadi perhatian terutama setelah pasar komoditas global bergerak fluktuatif. Investor kini menunggu perkembangan baru yang dapat menentukan apakah tekanan harga berlanjut atau mulai mereda pada perdagangan pekan berikutnya.

Baca Juga  Yusril Apresiasi Putusan Bebas Lima Terdakwa Kasus Pencurian Sawit

Dengan kondisi tersebut, pergerakan CPO masih akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan, permintaan, serta sentimen pasar global.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait