Nissan Pixo Bangkit Lagi, Kini Jadi Mobil Listrik Murah Jarak 262 Km

JurnalLugas.Com — Nissan dikabarkan menyiapkan kejutan di pasar mobil listrik Eropa dengan menghidupkan kembali nama Pixo. Berbeda dari generasi lamanya yang menggunakan mesin bensin, Pixo terbaru akan hadir sebagai mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan.

Nissan tidak mengembangkan mobil ini sepenuhnya dari awal. Pixo baru disebut akan berbagi teknologi dengan Renault Twingo E-Tech melalui aliansi Nissan-Renault.

Bacaan Lainnya

Mobil tersebut diproyeksikan diproduksi di pabrik Renault di Novo Mesto, Slovenia, pada lini perakitan yang sama dengan Twingo.

Dari prototipe yang tertangkap kamera, Pixo generasi baru memiliki bentuk mungil dan tinggi yang cocok untuk mobilitas perkotaan. Namun, Nissan memberikan identitas tersendiri pada bagian depan.

Salah satu cirinya terlihat pada lampu daytime running light berbentuk bulat. Desain tersebut disebut mengambil inspirasi dari sejumlah mobil Nissan berkarakter retro pada akhir 1980-an, seperti Figaro, Be-1 dan Pao.

Baca Juga  BYD Dolphin Mini Mobil Listrik Murah Siap Gempur Pasar Indonesia

Bawa motor listrik 60 kW

Pixo listrik diperkirakan menggunakan platform AmpR Small yang dikembangkan Renault. Dimensinya juga disebut tidak jauh berbeda dengan Twingo, dengan panjang sekitar 3.789 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.491 mm dan jarak sumbu roda 2.493 mm.

Untuk penggeraknya, mobil ini menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.

Motor tersebut menghasilkan tenaga 60 kW dengan torsi maksimum 175 Nm. Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 27,5 kWh.

Dengan konfigurasi tersebut, Nissan dan Renault mengklaim Pixo mampu menempuh jarak hingga 262 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.

Kemampuan pengisian dayanya juga menjadi salah satu bagian penting. Pixo mendukung fast charging DC hingga 50 kW, dengan waktu pengisian dari 10 persen menuju 80 persen sekitar 30 menit.

Untuk pengisian AC 6,6 kW, baterai membutuhkan sekitar 4 jam 15 menit hingga penuh. Sementara jika menggunakan AC 11 kW, waktunya dapat dipangkas menjadi sekitar 2 jam 35 menit.

Nissan diperkirakan membidik harga awal di bawah 20.000 euro sebelum pajak dan insentif. Jika dikonversikan secara kasar, angka tersebut berada di kisaran Rp400 jutaan, meski harga akhirnya dapat berbeda sesuai negara dan kebijakan setempat.

Baca Juga  PT Eagle High Plantations Tbk Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Rp400 Miliar Henderi untuk Bayar Utang

Kehadiran Pixo listrik menunjukkan upaya Nissan memasuki segmen mobil listrik kecil dengan harga yang lebih terjangkau.

Pasar tersebut semakin penting di Eropa karena konsumen membutuhkan kendaraan berukuran ringkas untuk perkotaan, sementara persaingan mobil listrik murah juga semakin ketat.

Dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas produksi dari aliansinya bersama Renault, Nissan dapat menghidupkan kembali nama lama tanpa harus memulai pengembangan kendaraan dari nol.

Jika terealisasi, Pixo listrik akan menjadi salah satu senjata Nissan untuk menghadapi persaingan mobil listrik kompak di Eropa.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait