Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang Usai Latihan Gabungan AS-Korsel-Jepang

JurnalLugas.Com – Korea Utara kembali meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Jepang atau Laut Timur pada Sabtu, 12 September 2026. Peluncuran tersebut terjadi sehari setelah latihan militer gabungan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat berakhir.

Militer Korea Selatan melaporkan rudal ditembakkan sekitar pukul 05.20 waktu setempat dari kawasan Wonsan, pesisir timur Korea Utara. Rudal-rudal tersebut diperkirakan terbang sekitar 250 kilometer sebelum jatuh ke wilayah perairan.

Bacaan Lainnya

Peluncuran ini menjadi respons terbaru Korut setelah latihan gabungan Freedom Edge yang berlangsung pada 7-11 September.

Latihan tersebut melibatkan berbagai kemampuan militer, termasuk kekuatan udara dan laut, sistem rudal, siber, serta pertukaran data secara langsung.

Baca Juga  Menhan Korsel Shin Wonsik Ingatkan Korut akan Luncurkan Rudal Nuklir saat Pilpres AS

Pyongyang sebelumnya mengecam latihan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan negaranya. Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song Gi bahkan menyatakan negaranya akan mengambil langkah untuk merespons kegiatan militer tersebut.

“Latihan itu merupakan ancaman keamanan yang serius,” demikian sikap pemerintah Korut yang dikutip media pemerintah setempat.

Peluncuran terbaru ini juga menambah daftar aksi militer Korut dalam beberapa pekan terakhir. Pada 20 Agustus, negara tersebut sebelumnya menembakkan sekitar selusin rudal balistik jarak pendek ke arah timur dari sekitar Pyongyang.

Peluncuran pada Agustus itu juga berlangsung ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer bersama. Pyongyang menilai latihan tersebut sebagai persiapan menghadapi kemungkinan serangan.

Durasi latihan tahunan AS-Korsel tahun ini sebelumnya telah diperpendek atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, keputusan tersebut tidak membuat Korea Utara mengubah penilaiannya.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, sebelumnya menyatakan pengurangan durasi latihan tidak menghilangkan sifat permusuhan dari kegiatan militer gabungan tersebut.

Dengan peluncuran rudal terbaru ini, ketegangan militer di Semenanjung Korea kembali menjadi perhatian.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons Seoul, Washington, Tokyo, dan langkah lanjutan Pyongyang.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait