JurnalLugas.Com — Perum Bulog terus menggerakkan cadangan beras pemerintah (CBP) melalui dua program utama, yakni beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mempertahankan keterjangkauan beras bagi masyarakat di berbagai daerah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kedua instrumen tersebut dijalankan secara luas dengan dukungan stok dan jaringan pergudangan Bulog di seluruh Indonesia.
“SPHP dan bantuan pangan terus kami optimalkan untuk memperkuat pasokan dan keterjangkauan,” kata Rizal, Kamis, 17 September 2026.
Program SPHP diarahkan untuk menambah pasokan beras di pasar melalui berbagai jalur distribusi. Sementara bantuan pangan disalurkan langsung kepada masyarakat penerima manfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Dengan pola tersebut, CBP tidak hanya disimpan di gudang, tetapi terus didistribusikan sesuai kebutuhan wilayah.
Penyaluran Tembus 2,08 Juta Ton
Skala penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 cukup besar. Target awal SPHP mencapai 828 ribu ton, ditambah penugasan SPHP sebesar 1 juta ton.
Sementara itu, bantuan pangan beras untuk periode Februari-Maret memiliki alokasi 664.888 ton dan periode Juli-September sebesar 997.332 ton. Untuk Oktober-Desember, alokasinya diperkirakan kembali berada di kisaran 997 ribu ton.
Jika seluruh penugasan tersebut dihitung, volume CBP yang dikerahkan sepanjang 2026 mendekati 4,5 juta ton.
Hingga 16 September 2026, realisasi SPHP tercatat 799.593 ton atau 96,57 persen dari target awal 828 ribu ton. Bantuan pangan Februari-Maret mencapai sekitar 662.867 ton, sedangkan periode Juli-September telah tersalurkan sekitar 618.581 ton.
“Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton sudah disalurkan,” ujar Rizal.
Di sisi stok, Bulog menyebut persediaan beras mencapai sekitar 4,6 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan nasional.
Rizal memastikan stok tersebut akan terus digerakkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi periode akhir tahun, Natal dan Tahun Baru 2026/2027, serta potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang.
“Kami siap menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” katanya.
Bulog juga memastikan penugasan pemerintah akan dijalankan dengan memperkuat kesiapan stok, mempercepat distribusi, dan memperluas jangkauan penyaluran.
Penggunaan CBP melalui SPHP dan bantuan pangan diharapkan dapat menjaga pasokan beras tetap tersedia sekaligus membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau.
Baca berita terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(William)






