JurnalLugas.Com — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026) setelah pasar dibuka kembali usai libur.
Kontrak berjangka CPO tercatat naik 0,90 persen menjadi 4.928 ringgit Malaysia per ton. Penguatan tersebut terjadi di tengah sejumlah sentimen yang memengaruhi prospek pasokan dan permintaan minyak sawit global.
Salah satu pendorong datang dari pelemahan ringgit Malaysia. Kondisi tersebut membuat harga komoditas berbasis ringgit menjadi relatif lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Pasar juga mencermati kebijakan biodiesel B50 di Indonesia. Program tersebut berpotensi meningkatkan penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan dalam negeri sehingga porsi CPO yang tersedia untuk pasar ekspor dapat semakin terbatas.
“Pasar melihat potensi pengetatan pasokan sebagai salah satu pemicu penguatan CPO,” demikian sentimen yang berkembang di pasar.
Di sisi produksi, ancaman El Nino turut menjadi perhatian. Kondisi cuaca kering berpotensi memengaruhi produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia, dua negara yang menjadi pemasok utama CPO dunia.
Penguatan juga mendapat dukungan dari harga minyak mentah yang masih bertahan di atas USD100 per barel. Harga minyak yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Pergerakan CPO selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan pasokan, kondisi cuaca, kebijakan biodiesel Indonesia serta arah harga minyak mentah global.
Baca berita ekonomi dan pasar terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






