JurnalLugas.Com – Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Houthi kembali memanas di wilayah Kahbub, Provinsi Lahj, Yaman selatan.
Posisi ini menjadi penting karena berada dekat Selat Bab al-Mandab, jalur laut strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Bentrokan berlangsung sengit pada Rabu malam, 16 September 2026, setelah pasukan Houthi berupaya menembus pertahanan pemerintah di kawasan pegunungan Kahbub.
Seorang pejabat militer Yaman mengatakan pasukan pemerintah berhasil menahan serangan tersebut dan kemudian melakukan serangan balik.
Sejumlah dataran tinggi yang menghadap jalur menuju Bab al-Mandab dilaporkan kembali dikuasai pasukan pemerintah.
“Serangan berhasil dipukul mundur dan pasukan pemerintah merebut kembali sejumlah posisi,” kata pejabat tersebut.
Pertempuran berlangsung selama berjam-jam dan dilaporkan menimbulkan korban dari kedua pihak. Pasukan pemerintah juga mengklaim menembak jatuh drone pengintai milik Houthi yang beroperasi di atas garis depan Kahbub.
Kedua kubu kini dilaporkan menambah personel serta peralatan militer ke kawasan tersebut. Penguatan pasukan menunjukkan garis depan di sekitar Kahbub berpotensi kembali menjadi titik pertempuran utama.
Bab al-Mandab Jadi Titik Strategis
Kahbub memiliki nilai strategis karena kedekatannya dengan Selat Bab al-Mandab. Kawasan ini menjadi semakin sensitif setelah Houthi memperluas pengaruhnya di pesisir Laut Merah.
Sebelumnya, Houthi merebut kota pelabuhan Mocha pada 10 September dan kemudian menguasai Pulau Mayun pada 11 September. Kedua lokasi tersebut berada di sekitar jalur masuk menuju Bab al-Mandab.
Perkembangan itu membuat pertempuran di Kahbub tidak sekadar berkaitan dengan perebutan wilayah daratan. Posisi di sekitar pegunungan tersebut juga dapat memengaruhi akses menuju kawasan selat yang menjadi salah satu jalur pelayaran penting dunia.
Reuters melaporkan bahwa kemajuan Houthi di pesisir Laut Merah telah meningkatkan tekanan terhadap posisi pasukan yang didukung pemerintah Yaman dan memperbesar perhatian terhadap keamanan jalur pelayaran Bab al-Mandab.
Konflik Yaman sendiri berakar dari perebutan kekuasaan yang pecah pada 2014 setelah Houthi menguasai Sanaa dan wilayah luas di Yaman utara. Pada 2015, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Kini, pertempuran kembali meningkat di tengah perubahan penguasaan wilayah di pesisir Laut Merah. Perebutan Kahbub menjadi perkembangan terbaru yang menunjukkan bahwa garis depan konflik Yaman masih jauh dari stabil.
Perkembangan konflik Yaman dan situasi keamanan kawasan selengkapnya dapat diikuti di JurnalLugas.Com.
(Dahlan)






