JurnalLugas.Com – Merawat kaki bukan sekadar menjaga kebersihan bagi penderita diabetes. Kondisi gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan saraf dan mengganggu aliran darah ke kaki. Akibatnya, luka kecil bisa tidak terasa dan proses penyembuhannya menjadi lebih sulit.
Karena itu, pemeriksaan kaki sebaiknya menjadi kebiasaan setiap hari. Periksa bagian telapak, sela-sela jari, kuku, hingga bagian atas kaki. Perhatikan apakah muncul luka, lecet, kemerahan, bengkak, lepuhan, kapalan, atau perubahan lain pada kulit.
Jika sulit melihat telapak kaki, gunakan cermin atau minta bantuan anggota keluarga.
Cuci kaki setiap hari, tetapi jangan direndam. Gunakan air hangat, bukan air panas. Setelah itu, keringkan secara menyeluruh terutama di sela-sela jari. Kulit yang kering dapat diberi pelembap pada bagian atas dan bawah kaki, tetapi hindari mengoleskannya di sela jari karena kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko infeksi.
Kuku kaki juga perlu dipotong dengan benar. Potong lurus dan haluskan bagian tepinya. Jangan memotong terlalu dalam ke sudut kuku karena dapat melukai kulit.
Hal yang tidak kalah penting adalah jangan berjalan tanpa alas kaki, termasuk di dalam rumah. Gunakan sepatu dan kaus kaki yang nyaman serta tidak terlalu sempit. Sebelum memakai sepatu, periksa bagian dalamnya untuk memastikan tidak ada kerikil atau benda lain yang dapat melukai kaki.
Kapalan dan mata ikan juga sebaiknya tidak dipotong sendiri atau dihilangkan menggunakan cairan pengikis yang dijual bebas. Tindakan tersebut dapat menyebabkan luka pada kulit. Jika kapalan mengganggu atau terdapat kelainan pada kaki, lebih aman meminta bantuan tenaga kesehatan.
Menurut panduan kesehatan NIDDK, pemeriksaan kaki oleh tenaga kesehatan setidaknya perlu dilakukan secara berkala, dengan pemeriksaan menyeluruh minimal setahun sekali.
Pemeriksaan dapat lebih sering bila sudah mengalami gangguan saraf, masalah aliran darah, luka kaki, atau pernah mengalami komplikasi pada kaki.
Pesan terpentingnya sederhana: jangan menunggu kaki terasa sakit untuk memeriksanya. Kerusakan saraf akibat diabetes dapat mengurangi kemampuan merasakan nyeri, sehingga luka yang terlihat kecil bisa berkembang tanpa disadari.
Jika menemukan luka, bengkak, kemerahan, lepuhan, nanah, atau perubahan pada kaki, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Merawat kaki setiap hari mungkin terlihat sederhana, tetapi kebiasaan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masalah kaki yang lebih serius pada penderita diabetes.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di JurnalLugas.Com.
(Wening)






