Huawei Garap Merek HP Baru Starlight, Siap Bersaing dengan Honor dan iQOO

JurnalLugas.Com — Huawei dikabarkan tengah menyiapkan submerek ponsel pintar baru bernama Starlight, atau Xingmang dalam bahasa Mandarin.

Kehadiran merek ini disebut menjadi langkah perusahaan untuk memperluas persaingan di segmen ponsel kelas menengah yang mengutamakan performa dengan harga lebih terjangkau.

Bacaan Lainnya

Informasi tersebut berasal dari pembocor teknologi Digital Chat Station. Menurut bocoran itu, ponsel Starlight akan dipasarkan secara eksklusif melalui kanal penjualan daring.

Sejumlah model disebut sudah memasuki tahap pengembangan. Salah satunya bahkan dirumorkan akan menggunakan kipas pendingin aktif, fitur yang berpotensi menarik perhatian konsumen yang membutuhkan performa tinggi untuk menjalankan aplikasi berat maupun bermain gim.

Dari sisi dapur pacu, jajaran Starlight diperkirakan menggunakan chipset Kirin buatan Huawei, dengan pilihan dari seri Kirin 8 atau Kirin 9. Namun, spesifikasi tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum menjadi pengumuman resmi perusahaan.

Mengisi celah di antara lini ponsel Huawei

Baca Juga  POCO C81 Pro, Andalkan Layar Lebar 120Hz Baterai Jumbo di Kelas Harga Sejutaan

Selama ini, Huawei memiliki sejumlah lini ponsel dengan sasaran konsumen berbeda. Seri Mate dan Pura mengisi segmen premium, sedangkan Nova menyasar pengguna yang memperhatikan desain serta kemampuan fotografi. Di sisi lain, seri Enjoy diposisikan sebagai pilihan dengan harga lebih terjangkau.

Starlight berpotensi menempati ruang yang berbeda, yakni ponsel kelas menengah berperforma tinggi yang mengandalkan penjualan daring. Segmen ini telah menjadi medan persaingan bagi merek seperti Redmi, iQOO, dan Realme.

Strategi tersebut juga dapat memperluas pilihan produk Huawei tanpa harus mengubah posisi lini ponsel yang sudah ada. Dengan merek terpisah, perusahaan berpeluang menawarkan perangkat berorientasi performa kepada konsumen yang memiliki pertimbangan harga lebih ketat.

Starlight juga diperkirakan akan berhadapan dengan Honor, merek yang sebelumnya menjadi submerek Huawei sebelum memisahkan diri. Meski demikian, tingkat persaingan sebenarnya baru dapat dinilai setelah harga, spesifikasi, dan jadwal peluncuran perangkat diumumkan.

Perluas pasar chipset Kirin dan HarmonyOS

Rencana menghadirkan Starlight bukan hanya berkaitan dengan penambahan merek ponsel. Langkah ini juga berpotensi mendukung strategi Huawei memperluas penggunaan chipset Kirin ke lebih banyak perangkat.

Pemanfaatan prosesor kelas menengah dapat membantu perusahaan menyusun produk dengan harga lebih kompetitif.

Baca Juga  Samsung Galaxy A56 5G Analisis Lengkap Ponsel Kelas Menengah Premium AI Modern

Pada saat yang sama, bertambahnya pengguna ponsel Huawei berpeluang memperluas basis pengguna HarmonyOS, sistem operasi yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Ekosistem perangkat lunak Huawei dilaporkan terus berkembang. Perangkat yang menjalankan HarmonyOS 6 dan HarmonyOS 7 disebut telah melampaui 90 juta unit, seiring bertambahnya katalog aplikasi native.

HarmonyOS juga disebut telah menempati posisi ketiga sebagai sistem operasi terbesar di dunia.

Perkembangan ini menjadi bagian penting dari upaya Huawei membangun ekosistem perangkat yang tidak hanya bergantung pada penjualan ponsel, tetapi juga pada penggunaan perangkat lunak dan layanan di dalamnya.

Meski begitu, Starlight masih berstatus sebagai merek yang dikabarkan tengah disiapkan. Kepastian nama, spesifikasi, harga, dan waktu peluncurannya masih menunggu pengumuman resmi Huawei.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Tirta me)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait