Anggarkan Rp4,67 Triliun, Uni Eropa Siapkan Teknologi Militer Khusus untuk Arktik

JurnalLugas.Com – Uni Eropa berencana memperkuat pemantauan keamanan di kawasan Arktik melalui pembentukan pusat keamanan maritim yang akan mengawasi pergerakan kapal pengangkut minyak Rusia dan aktivitas kapal selam.

Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi baru untuk meningkatkan kehadiran militer Eropa di wilayah strategis itu.

Bacaan Lainnya

Mengutip laporan The Times yang merujuk pada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan dokumen yang akan diterbitkan, pusat pemantauan tersebut akan mengawasi aktivitas yang dikaitkan dengan armada bayangan Rusia atau shadow fleet, serta pergerakan kapal selam di kawasan Arktik.

Baca Juga  Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Indonesia Antisipasi Tarif AS

Lokasi pusat keamanan maritim itu belum diumumkan. Strategi baru Uni Eropa untuk kawasan tersebut, menurut laporan itu, dijadwalkan diperkenalkan pada Rabu.

Selain mengawasi aktivitas maritim, rencana tersebut mencakup perlindungan infrastruktur komunikasi bawah laut. Uni Eropa berencana mengembangkan sistem yang dapat memantau kondisi kabel komunikasi bawah laut sekaligus membantu proses perbaikannya jika terjadi sabotase.

Langkah ini juga mencakup pengembangan pelabuhan dan bandara yang dapat mendukung pengerahan pasukan secara cepat. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menunjang kebutuhan operasional militer di kawasan dengan kondisi geografis dan cuaca yang menantang.

Dari sisi pendanaan, Brussels berencana mengalokasikan 260 juta euro atau sekitar Rp4,67 triliun untuk mengembangkan teknologi militer yang dirancang khusus menghadapi kondisi Arktik.

Baca Juga  Trump Naik Pitam! UE Dekati Kanada, Ancaman Putus Dagang dengan Eropa

Teknologi yang disebut dalam rencana itu meliputi pesawat yang dapat beroperasi dalam cuaca ekstrem serta sistem deteksi jarak jauh.

Rangkaian rencana tersebut menunjukkan bahwa strategi Uni Eropa tidak hanya berfokus pada pengawasan kapal, tetapi juga mencakup perlindungan infrastruktur penting dan kesiapan logistik militer.

Namun, rincian pelaksanaan serta lokasi pusat pemantauan masih menunggu pengumuman resmi strategi tersebut.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait