JurnalLugas.Com – Kemampuan motor listrik menempuh perjalanan jarak jauh kembali diuji. Pabrikan otomotif asal China, Yadea, menyiapkan tantangan perjalanan lebih dari 180 kilometer dari kawasan Gunung Bromo menuju Madura menggunakan Yadea GT80 tanpa pengisian daya di tengah perjalanan.
Pengujian ini menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan motor listrik tersebut menghadapi kondisi jalan yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan hingga jalur perkotaan dan penyeberangan menuju Pulau Madura.
VP & GM Sales Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo, mengatakan pengujian tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian uji jarak tempuh yang sebelumnya dilakukan perusahaan.
“Rute ini menghadirkan kondisi perjalanan beragam untuk melihat kemampuan kendaraan menghadapi penggunaan nyata,” kata Andy Luo dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Sebelumnya, Yadea menguji OSTA P dan VELAX U untuk perjalanan Bogor-Bandung, Jawa Barat. Dalam pengujian itu, OSTA P menempuh 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen, sedangkan VELAX U mencapai 156 kilometer dengan sisa daya 23 persen.
Kedua motor tersebut menyelesaikan perjalanan tanpa pengisian ulang baterai di tengah rute. Jarak tempuh juga dipantau melalui odometer dengan melibatkan jurnalis dalam pengujian.
Menyusuri Bromo hingga Bangkalan
Pada tantangan berikutnya, Yadea GT80 akan menempuh rute yang dimulai dari Lereng Bromo Hotel menuju Bukit Cinta Bromo. Perjalanan kemudian berlanjut melewati Nongkojajar, Pasuruan, Sidoarjo, hingga Surabaya.
Setelah singgah di dealer Yadea Kapas Krampung, perjalanan diteruskan melintasi Jembatan Suramadu dan berakhir di Bebek Sinjay, Bangkalan, Madura.
Rute tersebut menghadirkan variasi kondisi jalan yang dapat memengaruhi konsumsi energi kendaraan listrik. Perbedaan ketinggian, kepadatan lalu lintas, serta karakter perjalanan menjadi faktor yang akan menentukan hasil akhir pengujian.
Klaim Jarak Tempuh GT80 hingga 190 Kilometer
Yadea GT80 dibekali baterai standar 72 volt 50 Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 120 kilometer. Untuk meningkatkan kemampuan perjalanan, tersedia opsi baterai tambahan berkapasitas 30 Ah.
Jika menggunakan baterai tambahan tersebut, kapasitas total meningkat menjadi 72 volt 80 Ah. Yadea mengklaim jarak tempuhnya dapat mencapai 190 kilometer berdasarkan pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC).
Dari sisi performa, GT80 menggunakan motor listrik dengan daya kontinu 3.000 watt dan daya puncak 5.000 watt. Kendaraan ini juga dilengkapi rem cakram ganda dengan Combined Braking System (CBS), suspensi hidraulis di bagian depan dan belakang, serta ban berprofil lebar.
Meski memiliki klaim jarak tempuh hingga 190 kilometer, angka tersebut tidak serta-merta menjamin hasil yang sama dalam setiap perjalanan. Kondisi jalan, cuaca, beban kendaraan, lalu lintas, ketinggian, dan gaya berkendara dapat memengaruhi penggunaan daya baterai.
Karena itu, hasil tantangan Bromo-Madura akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat kemampuan GT80 dalam penggunaan di jalan raya.
Pengujian ini juga dapat memberikan gambaran mengenai seberapa jauh motor listrik mampu melaju tanpa harus berhenti untuk mengisi ulang baterai.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Tirta me)






