JurnalLugas.Com – Kehadiran armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Timur Tengah berpotensi meningkat menjadi lebih dari 24 kapal. Penambahan tersebut diperkirakan terjadi setelah satu gugus tempur kapal induk tambahan bergerak menuju kawasan itu dari wilayah Pasifik.
Laporan Wall Street Journal, berdasarkan perhitungan surat kabar tersebut, menyebut AS saat ini menempatkan sekitar 20 kapal di Timur Tengah.
Washington juga mengerahkan dua gugus tempur kapal induk di kawasan tersebut, sementara satu gugus tempur lainnya masih dalam perjalanan.
Jika seluruh armada tambahan tiba dan tidak ada kapal yang meninggalkan kawasan untuk menjalani rotasi rutin, jumlah kapal perang AS di Timur Tengah dapat melampaui 24 unit.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah ketiga gugus tempur kapal induk itu akan tetap berada di kawasan secara bersamaan. Jumlah akhir armada juga bergantung pada pergerakan kapal yang sedang bertugas maupun yang menjalani rotasi.
Penambahan kapal perang tersebut berpotensi memperluas kapasitas operasional militer AS di Timur Tengah.
Dengan dukungan gugus tempur kapal induk dan satu unit Korps Marinir, Angkatan Laut AS memiliki lebih banyak aset untuk mendukung operasi berkelanjutan di kawasan.
Namun, pengerahan armada tambahan tidak dengan sendirinya memastikan bahwa operasi militer tertentu akan dilakukan.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan komando militer AS dan situasi keamanan regional.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






