JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Iran. Ia juga memberi sinyal bahwa perkembangan penting terkait konflik kedua negara dapat terjadi dalam waktu dekat, di tengah laporan mengenai kemungkinan serangan militer baru.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah kembali dari kegiatan kampanye di Carolina Selatan. Ia tidak menjelaskan secara terperinci apa yang dimaksud dengan sesuatu yang akan segera terjadi.
“Tidak, saya kira kami tidak sedang bernegosiasi. Kami akan menghadapi sesuatu, dengan satu cara atau cara lain, yang akan terjadi dalam waktu dekat,” kata Trump.
Ia juga menyinggung kemungkinan bahwa perkembangan tersebut berlangsung setelah pemilu. Namun, pernyataannya belum memberikan kepastian mengenai langkah yang akan diambil pemerintah AS terhadap Teheran.
Sebelumnya, dalam kegiatan kampanye yang sama, Trump mengatakan Amerika Serikat sebenarnya dapat mengakhiri perang dengan Iran saat ini. Meski demikian, ia menyebut Washington ingin memastikan hasil akhirnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Ini akan segera berakhir. Kami bisa pergi sekarang, tetapi kami ingin memastikan ini bertahan untuk waktu yang lama,” ujarnya.
Trump mengklaim AS telah mengalahkan Iran dari sisi militer maupun finansial. Ia juga kembali menegaskan bahwa Teheran tidak akan dibiarkan memiliki senjata nuklir.
Laporan Rencana Serangan Baru
Pernyataan Trump muncul setelah The New York Times melaporkan bahwa militer Amerika Serikat dan Israel telah menyusun rencana untuk kembali menyerang Iran setelah pemilu paruh waktu AS.
Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat AS dan pihak lain yang mengetahui pembahasan mengenai rencana militer itu. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa Trump akan menyetujui pelaksanaan serangan baru.
Menurut laporan yang sama, Trump berulang kali menolak rencana untuk kembali menjalankan operasi tempur berskala besar terhadap Iran pada tahun ini.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai opsi militer belum otomatis berarti keputusan untuk melancarkan serangan telah diambil.
Seorang pejabat Gedung Putih juga tidak memberikan konfirmasi mengenai laporan tersebut. Kepada The New York Times, pejabat itu mengatakan pemerintah tidak mengomentari rencana militer “yang mungkin ada atau mungkin tidak ada.”
Hingga kini, pernyataan Trump mengenai perkembangan dalam waktu dekat belum disertai penjelasan mengenai bentuk tindakan yang dimaksud.
Demikian pula, laporan tentang kemungkinan serangan setelah pemilu masih belum memastikan apakah opsi tersebut akan benar-benar dijalankan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






