JurnalLugas.Com – PSMS Medan mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25 Oktober 2026) malam.
Namun, kemenangan di hadapan lebih dari 5.000 penonton itu tidak diraih dengan mudah setelah tuan rumah harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Raihan Utama membuka keunggulan PSMS pada menit ke-22, sebelum Javier Siverio menggandakan skor menjelang turun minum.
Situasi berubah ketika Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39, memaksa tim asuhan Eko Purdjianto mengubah pendekatan permainan untuk mempertahankan keunggulan.
PSIS baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol pada masa tambahan waktu itu membuat akhir pertandingan berlangsung menegangkan, tetapi PSMS tetap mampu menjaga kemenangan hingga peluit panjang.
Tambahan tiga poin membawa PSMS naik ke peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi 14 poin, membayangi PSPS Riau yang mengumpulkan 18 poin di puncak klasemen. Sementara PSIS tertahan di posisi kelima dengan 10 poin.
Dua Gol PSMS Dibayar Kartu Merah
PSMS memulai pertandingan dengan berusaha mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, tuan rumah sempat kesulitan menembus pertahanan PSIS yang diasuh Widodo Cahyono Putro.
Tim tamu bahkan hampir mencuri keunggulan pada menit keempat. Felipe Cadenazzi, yang pernah memperkuat PSMS pada musim sebelumnya, melepaskan ancaman ke arah gawang. Namun, kiper Rudi N Rajak berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Setelah melewati ancaman awal, PSMS mulai menemukan celah. Pada menit ke-22, Raihan Utama memanfaatkan ruang di luar kotak penalti untuk melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh. Bola gagal dijangkau penjaga gawang PSIS dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol itu meningkatkan kepercayaan diri pemain PSMS. Serangan yang dibangun tuan rumah kembali menghasilkan gol melalui Javier Siverio pada menit ke-38, setelah Ikhsan Chan memberikan assist.
Akan tetapi, keunggulan dua gol tersebut segera diikuti situasi sulit. Satu menit setelah gol kedua, Siverio diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS.
Kehilangan penyerang asal Spanyol itu membuat PSMS harus mengatur ulang strategi ketika pertandingan masih menyisakan waktu panjang.
Keunggulan yang sebelumnya dibangun lewat serangan kini harus dipertahankan dengan organisasi pertahanan yang lebih disiplin.
Eko Purdjianto Apresiasi Perjuangan Pemain
Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, bersyukur timnya mampu mempertahankan keunggulan meski kembali menghadapi persoalan kartu merah.
“Alhamdulillah, kemenangan ini patut disyukuri. Namun, kami kembali kehilangan pemain akibat kartu merah pada babak pertama,” ujar Eko seusai pertandingan.
Ia menjelaskan, kartu merah membuat PSMS harus mengubah pola permainan. Tim yang semula berusaha menguasai bola kemudian lebih banyak menjaga pertahanan dan mencari peluang melalui serangan balik.
“Setelah bermain dengan 10 pemain, kami harus lebih banyak bertahan dan mengandalkan counter. Kami juga berusaha menjaga penguasaan bola agar tidak mudah kehilangan bola,” katanya.
Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan PSMS mampu meredam tekanan tim tamu selama sebagian besar pertandingan.
Situasi jumlah pemain kembali berubah pada menit ke-82. Pemain pengganti PSIS, Rifki Dwi Septiawan, menerima kartu merah setelah memperoleh dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.
PSIS terus berusaha mencari gol hingga penghujung pertandingan. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika Fitra Ridwan mencetak gol pada menit ke-90+8. Meski demikian, waktu yang tersisa tidak cukup bagi tim tamu untuk menyamakan kedudukan.
Eko mengakui timnya sempat kehilangan konsentrasi pada menit-menit terakhir. Namun, ia tetap memberikan penghargaan kepada para pemain yang mampu mempertahankan keunggulan dalam kondisi sulit.
“Memang ada kelengahan menjelang akhir laga, tetapi perjuangan para pemain layak diapresiasi karena mereka mampu menjaga keunggulan dalam situasi yang berat,” ungkapnya.
Kedalaman Skuad Jadi Modal PSMS
Selain menyoroti perjuangan pemain, Eko menilai kedalaman skuad menjadi faktor penting untuk menghadapi kompetisi dengan jadwal yang padat.
PSMS menyiapkan 31 pemain untuk menghadapi liga dan League Cup. Jumlah tersebut memberikan pilihan bagi tim pelatih ketika pemain utama harus absen atau tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Eko mencontohkan kontribusi Ikhsan Chan yang memberikan assist untuk gol Siverio. Ia juga menilai tim masih memiliki pemain yang dapat mengisi posisi ketika sejumlah nama tidak tersedia.
Kemenangan atas PSIS menjadi tambahan modal bagi PSMS untuk menjaga persaingan di papan atas Grup A. Namun, persoalan kartu merah dan konsentrasi pada menit akhir tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki.
PSMS berhasil mengamankan tiga poin, tetapi pertandingan di Deli Serdang menunjukkan bahwa keunggulan skor belum menjamin laga berjalan mudah.
Disiplin pemain dan kemampuan menjaga fokus hingga akhir akan sangat menentukan langkah Ayam Kinantan dalam pertandingan berikutnya.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Kardi)






