Pendapatan Bakrie & Brothers Tembus Rp4,12 Triliun, Bisnis Infrastruktur Jadi Penopang

JurnalLugas.Com – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pertumbuhan kinerja operasional yang signifikan hingga kuartal III 2026. Ekspansi sejumlah unit usaha, terutama infrastruktur, mendorong pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp4,12 triliun.

Angka tersebut meningkat 55,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,65 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan kontribusi sejumlah lini bisnis BNBR semakin besar, dengan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) menjadi salah satu penyumbang utama.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama sekaligus CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, mengatakan peningkatan pendapatan turut diikuti perbaikan sejumlah indikator operasional perusahaan.

Hingga September 2026, laba kotor BNBR tercatat Rp1,13 triliun, meningkat 127,82 persen dibandingkan kuartal III 2025 yang sebesar Rp496,8 miliar.

Kinerja laba usaha juga mengalami lonjakan. Perseroan mencatat laba usaha Rp596,24 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp26,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, EBITDA mencapai Rp810,25 miliar atau tumbuh 707,86 persen dari sebelumnya Rp100,29 miliar.

Baca Juga  PT Widodo Makmur Perkasa Tbk Catat Lonjakan Pendapatan 87%, EBITDA Berbalik Positif di Kuartal III-2025

Infrastruktur dan kendaraan listrik memperkuat pendapatan

Jika dilihat berdasarkan kontribusi unit usaha, pertumbuhan BNBR tidak hanya berasal dari satu sektor.

PT Bakrie Indo Infrastructure mencatat kenaikan pendapatan terbesar secara nominal, yakni Rp678,87 miliar atau 248,3 persen. Pendapatan unit usaha ini mencapai Rp952,25 miliar.

Kenaikan tersebut terutama berkaitan dengan konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) sepanjang 2026.

Di sektor manufaktur dan kendaraan listrik, VKTR Group juga memberikan kontribusi positif. Pendapatannya mencapai Rp1,06 triliun, meningkat 48,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp716,9 miliar.

Wakil Direktur Utama sekaligus Co-CEO BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menjelaskan peningkatan VKTR Group didorong oleh pertumbuhan penjualan kendaraan listrik serta kontribusi penjualan PT Bakrie Autoparts Group.

Sementara itu, Bakrie Metal Industries Group mencatat pertumbuhan pendapatan melalui sejumlah perusahaan di bawah naungannya.

BMI Parent mengalami peningkatan 24,2 persen, BPI Parent tumbuh 18,8 persen, Suluh Ardhi Engineering melonjak 1.730,3 persen, sedangkan Bakrie Construction meningkat 36 persen.

Beban bunga masih menjadi tantangan

Di tengah pertumbuhan pendapatan dan laba operasional, BNBR masih menghadapi tekanan pada sisi laba bersih.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kenaikan suku bunga mengambang atau floating rate yang berdampak terhadap beban bunga Cimanggis Cibitung Tollways.

Baca Juga  MedcoEnergi Catat Laba USD275 Juta, Produksi Migas Capai 170 Ribu BOEPD

Tekanan itu terutama terasa pada tahun-tahun awal setelah akuisisi, ketika porsi pembayaran bunga masih relatif besar.

Roy tetap melihat peluang pertumbuhan jangka panjang BNBR seiring penguatan struktur keuangan dan pengembangan proyek strategis.

Perseroan juga mengarahkan ekspansi pada sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek ke depan, mulai dari jalan tol, jaringan pipa minyak dan gas bumi, elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan hingga pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy.

Dengan demikian, tantangan BNBR berikutnya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memastikan ekspansi bisnis dan pengelolaan pembiayaan dapat menghasilkan keuntungan bersih yang lebih baik.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait