JurnalLugas.Com — Benjolan tophi merupakan salah satu tanda komplikasi asam urat yang sudah berlangsung lama. Kondisi ini terjadi ketika kristal monosodium urat menumpuk di jaringan tubuh dan membentuk benjolan keras di bawah permukaan kulit.
Tophi biasanya muncul pada penderita gout atau radang sendi akibat penumpukan asam urat. Benjolan tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa kadar asam urat dalam darah telah tinggi dalam waktu lama dan tidak terkontrol dengan baik.
Apa itu benjolan tophi?
Tophi adalah kumpulan kristal asam urat yang mengendap di jaringan lunak, sekitar sendi, bahkan pada bagian tubuh tertentu di luar persendian.
Benjolan ini umumnya terasa keras ketika disentuh. Ukurannya bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar sehingga terlihat jelas dari luar kulit.
Warna kulit di atasnya bisa tampak normal, kemerahan, atau menipis. Dalam beberapa kasus, tophi dapat pecah dan mengeluarkan material putih menyerupai pasta atau kapur. Material tersebut merupakan kumpulan kristal urat.
Mengapa asam urat bisa membentuk tophi?
Hubungannya berawal dari tingginya kadar asam urat dalam darah atau hiperurisemia.
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu zat yang secara alami terdapat dalam tubuh dan sejumlah makanan. Dalam kondisi normal, asam urat dikeluarkan melalui urine.
Namun, ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadarnya dapat meningkat.
Jika kondisi ini berlangsung lama, kristal urat bisa terbentuk dan mengendap di jaringan tubuh. Penumpukan kristal secara bertahap itulah yang kemudian membentuk tophi.
Tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan mengalami tophi. Benjolan ini lebih sering ditemukan pada gout yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan pengendalian pengobatan secara memadai.
Bagian tubuh yang sering mengalami tophi
Tophi dapat muncul di beberapa bagian tubuh, terutama di sekitar persendian dan jaringan yang lebih dingin.
Lokasi yang sering terkena antara lain:
- Jari tangan dan sekitar buku jari.
- Siku, khususnya bagian ujung siku.
- Jari kaki, terutama sekitar pangkal ibu jari.
- Pergelangan tangan dan kaki.
- Daun telinga.
- Tendon, termasuk tendon Achilles di belakang tumit.
Benjolan bisa muncul satu atau beberapa sekaligus. Pada kondisi yang lebih berat, ukurannya dapat membesar dan mengganggu pergerakan sendi.
Apa gejala tophi yang perlu diperhatikan?
Tophi tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Sebagian penderita baru menyadari keberadaannya ketika benjolan mulai terlihat atau terasa saat disentuh.
Beberapa tanda yang dapat muncul meliputi:
- Benjolan keras di bawah kulit, terutama dekat persendian.
- Kulit di sekitar benjolan tampak kemerahan atau mengalami perubahan warna.
- Sendi terasa kaku dan pergerakannya terbatas.
- Nyeri atau pembengkakan ketika terjadi serangan gout.
- Benjolan membesar secara perlahan.
- Pada kondisi tertentu, benjolan pecah dan mengeluarkan material putih.
Jika kristal urat terus menumpuk, kerusakan sendi dan jaringan di sekitarnya dapat terjadi.
Apakah tophi berbahaya?
Tophi bukan sekadar benjolan akibat penumpukan asam urat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi.
Penumpukan kristal dapat merusak tulang rawan dan tulang di sekitar sendi. Akibatnya, penderita berisiko mengalami nyeri kronis, perubahan bentuk sendi, serta kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Benjolan yang membesar juga dapat menekan jaringan di sekitarnya. Jika pecah, luka yang terbentuk berisiko mengalami infeksi.
Karena itu, munculnya tophi perlu menjadi alasan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan, bukan hanya mengandalkan perubahan pola makan.
Bagaimana cara mengatasi benjolan tophi?
Penanganan utama tophi adalah mengendalikan kadar asam urat agar kristal yang menumpuk dapat berkurang secara bertahap.
Dokter biasanya mempertimbangkan obat penurun asam urat, seperti allopurinol atau febuxostat, sesuai kondisi pasien. Pada penderita gout dengan tophi, sasaran kadar asam urat umumnya lebih rendah, yakni di bawah 5 mg/dL, agar penumpukan kristal dapat lebih cepat dikendalikan.
Pengobatan perlu dilakukan secara teratur dan dipantau melalui pemeriksaan darah. Benjolan tidak selalu menghilang dalam waktu singkat karena kristal membutuhkan waktu untuk larut.
Pada tophi berukuran besar yang mengganggu fungsi sendi, menekan saraf, atau menimbulkan luka berulang, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi.
Penderita tidak dianjurkan memencet, menusuk, atau mencoba mengeluarkan isi benjolan sendiri karena dapat menyebabkan luka dan infeksi.
Bisakah tophi dicegah?
Risiko terbentuknya tophi dapat dikurangi dengan mengendalikan kadar asam urat sejak awal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.
- Membatasi makanan tinggi purin, seperti jeroan dan beberapa jenis makanan laut.
- Menghindari atau membatasi minuman beralkohol.
- Mengurangi minuman dengan kandungan gula tinggi, terutama fruktosa.
- Mencukupi kebutuhan cairan.
- Menjaga berat badan tetap sehat.
- Melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala.
Perubahan pola makan membantu pengendalian asam urat, tetapi pada penderita gout dengan tophi, pola makan saja umumnya tidak cukup untuk melarutkan seluruh penumpukan kristal.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Benjolan keras di sekitar sendi tidak selalu merupakan tophi. Benjolan serupa bisa disebabkan kondisi lain sehingga pemeriksaan diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Segera periksakan diri jika muncul benjolan yang semakin besar, sendi sulit digerakkan, atau benjolan pecah dan mengeluarkan cairan. Jika disertai demam, nyeri hebat, kemerahan yang meluas, atau luka bernanah, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera karena infeksi harus disingkirkan.
Benjolan tophi merupakan tanda penumpukan kristal asam urat yang biasanya berkaitan dengan gout kronis.
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sendi jika tidak ditangani. Pengendalian kadar asam urat melalui pengobatan dan pemantauan dokter menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Wening)






