JurnalLugas.Com – Jerman telah secara resmi melarang distribusi perangkat Lenovo dan Motorola di wilayahnya.
Langkah ini diambil setelah perselisihan paten terkait modul Wireless Wide Area Network (WWAN) pada produk smartphone dan laptop yang dijual oleh kedua perusahaan teknologi tersebut.
Menurut Android Authority pada Selasa (14/5/2024), Lenovo dan Motorola diwajibkan menghentikan penjualan semua modul WWAN yang memungkinkan produk mereka terhubung dengan internet secara nirkabel.
Larangan ini diterbitkan oleh pengadilan distrik di Jerman, yang kini hanya mengizinkan pengecer pihak ketiga untuk menjual perangkat Lenovo dan Motorola, dan itu pun hanya sampai stok mereka habis.
Dengan adanya larangan ini, semua smartphone Motorola, termasuk seri Edge 50 terbaru, tidak akan tersedia di Jerman.
Situs web Motorola di Jerman telah menghapus katalog perangkatnya, menyisakan hanya produk aksesoris.
Sementara itu, situs Lenovo di Jerman menyatakan bahwa konfigurasi perangkat seluler dan beberapa laptop mereka hanya akan tersedia hingga persediaan habis. Durasi berlakunya larangan ini belum diketahui.
Untuk diketahui, larangan penjualan Lenovo dan Motorola di Jerman ini muncul setelah Lenovo dinyatakan bersalah melanggar paten yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, InterDigital.
Pada awal Mei, InterDigital memperoleh perintah pengadilan terhadap Lenovo di Jerman, dan pada tanggal 8 Mei, pengadilan di Munich sementara memberlakukan larangan penjualan terhadap Lenovo.
Lenovo berencana mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut, dengan alasan bahwa persyaratan dari InterDigital dianggap tidak adil meskipun telah ada keputusan pengadilan.






