Produsen Otomotif China Gempur RI Catatkan Penjualan Aduhai Ini Daftar Merek Mobil China yang Laku Keras di Indonesia

JurnalLugas.Com – Mobil China masih menarik Judul di tengah penurunan penjualan April 2024, di tengah tren penurunan penjualan mobil dalam negeri pada April 2024, merek mobil asal China tetap mendapat perhatian masyarakat Indonesia.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa di tingkat wholesales (penjualan pabrikan ke dealer), Wuling masih menjadi merek mobil China yang paling diminati.

Bacaan Lainnya

Selama periode Januari hingga April 2024, Wuling berhasil menjual 6.645 unit dengan pangsa pasar 2,50% dari total penjualan nasional.

Namun, penjualan wholesales Wuling pada April 2024 tercatat sebanyak 1.188 unit, turun dari 2.080 unit pada Maret.

Merek mobil China lainnya yang cukup diminati adalah Chery. Pada April, Chery berhasil menjual 590 unit, turun dari 803 unit pada bulan sebelumnya. Total penjualan Chery selama empat bulan pertama tahun ini mencapai 2.123 unit dengan pangsa pasar 0,80%.

DFSK menjadi merek mobil China ketiga dengan penjualan tertinggi di tingkat wholesales. Selama periode Januari hingga April, DFSK terjual sebanyak 335 unit dengan pangsa pasar 0,10%. Pada April, penjualan DFSK hanya mencapai 44 unit, turun dari 79 unit pada bulan sebelumnya.

Baca Juga  BYD Perkenalkan Sedan Listrik Mewah Yangwang U7, Jarak Tempuh Tembus 1.006 Km Sekali Cas

Gaikindo melihat prospek pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia yang diproduksi oleh produsen China semakin cerah.

Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kuswara, tren ini terlihat dari beberapa produsen otomotif China seperti Wuling, MG, Neta, dan DFSK yang semakin agresif dalam memperluas produksi dan distribusinya di Indonesia.

“Produsen-produsen China melihat bahwa pasar domestik Indonesia cukup besar untuk mengemudi, sehingga mereka cenderung memproduksi di sini dan kemudian mengekspornya,” jelasnya.

Menurut Gaikindo, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penggunaan kemudi setir kanan terbesar kedua di dunia setelah India. Hal ini menjadi potensi bagi pabrikan mobil China untuk memperkuat pasar mereka di Indonesia.

“Ini jadi potensi produksi di sini untuk kemudian diekspor. Pasar kita sedang bagus, dan mudah-mudahan bisa dipertahankan,” tambahnya.

Penjualan mobil di Indonesia pada April 2024 mengalami penurunan bulanan setelah sempat menguat pada Maret. Penurunan ini terjadi baik di tingkat wholesales maupun penjualan ritel.

Menurut data Gaikindo yang dirilis pada Selasa (14/5/2024), penjualan mobil wholesales pada April tercatat sebanyak 48.637 unit, turun 34,9% dari bulan sebelumnya (month to month).

Baca Juga  Xiaomi Investasi Rp1,4 Triliun Bangun Pabrik Mobil Listrik di Beijing Xiaomi YU7 Siap Meluncur

Penjualan ritel pada April 2024 juga hanya mencapai 58.779 unit, turun 28,4% dari bulan sebelumnya yang mencapai 82.088 unit.

Secara tahunan (year on year), penjualan wholesales April 2024 turun 17,5% dari 58.981 unit pada April tahun lalu. Penjualan ritel juga turun 14,2%, dari 68.531 unit menjadi 58.779 unit.

Jika diakumulasikan, penjualan mobil wholesales Januari—April 2024 mencapai 263.706 unit, turun 22,8% dibandingkan dengan 341.582 unit pada kuartal pertama tahun lalu.

Penjualan mobil ritel selama periode yang sama juga turun 14,8%, dari 339.954 unit tahun lalu menjadi 289.551 unit tahun ini.

Daftar Merek Mobil China Terlaris pada April 2024:

  1. Wuling: 1.188 unit
  2. Chery: 590 unit
  3. DFSK: 44 unit
  4. FAW: 27 unit
  5. Neta: 23 unit
  6. Seres: 5 unit
Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait