Komoditas Perak Tunjukkan Kinerja Bagus Harga Perak Naik 25% Lampaui Emas Gregor Gregersen Beli Perak Dulu Baru Emas

JurnalLugas.Com – Meskipun reli emas yang memecahkan rekor menjadi sorotan utama tahun ini, justru perak yang menunjukkan kinerja lebih cemerlang, didorong oleh permintaan yang kuat dari sektor keuangan dan industri.

Sepanjang tahun 2024, harga perak telah meningkat hampir 25%, melampaui performa emas dan menjadikannya salah satu komoditas dengan kinerja terbaik tahun ini.

Bacaan Lainnya

Namun, perak tetap relatif murah. Saat ini, diperlukan sekitar 80 ons perak untuk membeli 1 ons emas, lebih tinggi dari rata-rata 20 tahun yang sebesar 68 ons.

Kedua logam ini umumnya bergerak seiring karena memiliki sifat makro dan perlindungan nilai yang serupa. Reli emas dipicu oleh pembelian bank sentral, minat ritel di China, dan spekulasi penurunan suku bunga AS, yang juga mengangkat perak.

Walaupun minat investor terhadap exchange-traded fund (ETF) berbasis perak masih rendah, penjualan perak fisik meningkat, termasuk di dealer Silver Bullion Pte di Singapura.

“Bahkan klien yang awalnya ingin membeli emas mulai berpikir ‘baiklah, mungkin saya akan membeli perak dulu, dan menunggu rasionya kembali seimbang’,” kata pendiri Gregor Gregersen.

Baca Juga  Wall Street Ditutup Menguat Data Pasar Tenaga Kerja AS Dorong Harapan Penurunan Suku Bunga Federal Reserve

Pada periode 1 hingga 25 April, toko ini menjual 74 ons perak fisik untuk setiap ons emas, naik dari rata-rata 44 ons di tahun 2023.

Perak sudah mulai mengejar ketinggalannya dibandingkan emas. Pada Januari, rasio emas-perak mencapai lebih dari 90, tertinggi sejak September 2022.

Citigroup Inc memprediksi jika Federal Reserve AS terus menurunkan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi tetap kuat di paruh kedua tahun ini, rasio ini bisa turun ke sekitar 70.

Namun, mereka juga memperingatkan bahwa perlambatan ekonomi bisa mendorong rasio ke arah yang berlawanan.

Perak memiliki karakteristik ganda sebagai aset keuangan dan bahan industri, termasuk dalam teknologi energi hijau.

Logam ini merupakan komponen utama panel surya, dan dengan pesatnya pertumbuhan sektor tersebut, Silver Institute memperkirakan penggunaan perak akan mencapai rekor tahun ini.

Kondisi ini akan menyebabkan defisit pasar selama empat tahun berturut-turut, dengan kekurangan tahun ini dianggap sebagai yang terbesar kedua dalam sejarah.

Hal ini memaksa pengguna industri yang biasanya mengandalkan pasokan dari penambang untuk mencari sumber alternatif, menguras persediaan utama dunia, kata Gregersen dari Silver Bullion.

Baca Juga  PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Jalin Kerjasama dengan Investor Swasta di IKN Triliun Rupiah

Stok yang dipantau oleh London Bullion Market Association (LBMA) turun ke level terendah kedua pada bulan April, sementara volume di bursa New York dan Shanghai mendekati titik terendah musiman.

Menurut TD Securities, dalam dua tahun ke depan, persediaan LBMA mungkin habis jika permintaan terus berlanjut pada tingkat saat ini.

Angka tersebut cenderung melebih-lebihkan volume logam yang tersedia karena termasuk kepemilikan exchange-traded fund, kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas, dalam catatannya bulan April.

“Kita akan melihat pasokan semakin ketat seiring meningkatnya permintaan industri,” kata Gregersen.

“Jika investor juga mulai membeli, maka dalam dua atau tiga bulan, masalah terbesar saya mungkin menjadi ‘Di mana saya bisa mendapatkan stok?’ daripada ‘Bagaimana cara menjual perak?,” pungkasnya.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait