JurnalLugas.Com – Harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, dipicu oleh naiknya harga minyak nabati lain yang menjadi pesaing.
Pada Senin, 20 Mei 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman tiga bulan ke depan mencapai MYR 3.918 per ton, meningkat 0,72% dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya.
Selama seminggu terakhir, harga CPO naik 1,32% secara point-to-point, meskipun dalam sebulan terakhir mengalami penurunan sebesar 0,56%.
Kenaikan harga minyak nabati lainnya, seperti minyak biji bunga matahari yang naik 0,58% dan minyak rapeseed yang melonjak 1%, turut mendorong kenaikan harga CPO.
Ketika harga minyak nabati pesaing naik, CPO menjadi lebih menarik karena produk-produk tersebut saling substitusi.
Dari perspektif teknikal harian, CPO masih berada dalam tren bearish. Hal ini terlihat dari nilai Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 44,72, di bawah 50 yang mengindikasikan kondisi bearish.
Namun, indikator Stochastic RSI sudah mencapai angka 100, menunjukkan kondisi overbought atau jenuh beli.
Dengan kondisi ini, harga CPO diperkirakan akan terkoreksi. Target support terdekat adalah MYR 3.905 per ton, dan jika level ini tertembus, maka target berikutnya adalah MYR 3.856 per ton.
Sementara itu, target resisten terdekat berada di MYR 3.949 per ton. Jika harga berhasil menembus
target tersebut, maka harga CPO berpotensi naik menuju MYR 4.080 per ton.
Dengan adanya dinamika ini, para pelaku pasar dan investor perlu memantau pergerakan harga minyak nabati lainnya serta indikator teknikal untuk memahami arah pergerakan harga CPO selanjutnya.





