Harga CPO Anjlok di Tengah Tekanan Pasar Minyak Nabati

JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan pekan ini. Pada Jumat, 7 September 2024, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman November tercatat sebesar MYR 3.901 per ton, turun 0,41% dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang minggu, harga CPO merosot 1,91%, menandai penurunan berturut-turut selama beberapa hari terakhir.

Penurunan harga CPO dipicu oleh melemahnya harga minyak nabati pesaing. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat turun 0,39%, sementara minyak rapeseed mengalami penurunan lebih tajam sebesar 1,9%. Ketika harga minyak nabati alternatif semakin murah, daya saing CPO otomatis menurun, sehingga menekan permintaan di pasar global.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga CPO Terjungkal Lagi Societe Generale de Surveillance (SGS) Prediksi Lesu di Bursa Malaysia

Selain itu, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia turut membebani harga CPO. Ringgit ditutup menguat 0,13% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang membuat CPO menjadi lebih mahal bagi investor internasional. Karena CPO dihargai dalam ringgit, apresiasi mata uang ini menyebabkan tekanan tambahan pada permintaan CPO dari pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Secara keseluruhan, faktor kombinasi dari penurunan harga minyak nabati pesaing dan fluktuasi nilai tukar mata uang regional berkontribusi pada tekanan harga CPO di pasar global.

Baca Juga  Harga CPO di Bursa Malaysia Naik AmInvestment Bank Malaysia Konsumen China Borong

Kondisi pasar yang kurang mendukung, baik dari segi persaingan harga minyak nabati maupun penguatan ringgit, membuat harga CPO terus tertekan. Pelaku pasar perlu memantau perkembangan faktor eksternal ini untuk mengantisipasi pergerakan harga di masa mendatang.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait