JurnalLugas.Com – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat inflasi sebesar 0,48 persen pada Mei 2024. Salah satu faktor utama yang mendorong inflasi tersebut adalah tingginya harga cabai merah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin, mengungkapkan bahwa inflasi di Sumut pada Mei 2024 dipengaruhi oleh pergerakan harga di delapan daerah dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Sumut.
“Pada Mei 2024, tujuh dari delapan kota dengan IHK mengalami inflasi, sementara satu kota mengalami deflasi,” jelas Hasanudin pada Senin, 3 Juni 2024.
Kota Medan mencatat inflasi tertinggi di Sumatera Utara pada Mei 2024 dengan kenaikan sebesar 0,59 persen, diikuti oleh Kota Pematangsiantar dengan 0,58 persen, dan Kabupaten Karo dengan 0,44 persen. Sebaliknya, Kota Padangsidimpuan mengalami deflasi sebesar -0,08 persen.
“Angka inflasi bulanan di Sumut pada Mei 2024 ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tingkat nasional yang justru mengalami deflasi sebesar -0,03 persen,” lanjutnya.
Hasanudin menjelaskan bahwa komoditas pangan merupakan penyebab utama inflasi di Sumatera Utara pada Mei 2024. Cabai merah memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,37 persen, disusul oleh bawang merah dan daging ayam ras yang masing-masing menyumbang 0,23 persen dan 0,08 persen terhadap inflasi.
Sebaliknya, beberapa komoditas berhasil menahan laju inflasi pada Mei 2024 di Sumatera Utara. Harga makanan laut seperti ikan dencis, ikan tongkol, dan udang basah memberikan kontribusi negatif terhadap inflasi, dengan angka antara -0,05 persen hingga -0,07 persen. Selain itu, cabai rawit dan tarif angkutan udara juga memberikan andil negatif masing-masing sebesar -0,05 persen dan -0,04 persen.
Hasanudin mengharapkan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengendalian inflasi di Sumatera Utara dapat lebih maksimal dalam melakukan upaya-upaya mitigasi inflasi di masa mendatang.
“Mengingat inflasi tahun berjalan yang mendekati angka proyeksi pemerintah dan inflasi tahunan Sumatera Utara yang sudah jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah, perlu upaya lebih untuk mengendalikan inflasi ini,” tuturnya.
Hasanudin menambahkan bahwa dengan sisa tujuh bulan lagi, diperlukan usaha ekstra untuk mengendalikan inflasi. “Inflasi tahun berjalan kita sudah 1,98 persen dan inflasi tahunan mencapai 4,26 persen, lebih tinggi dari target inflasi pemerintah yang hanya 2,5 persen ± 1 persen,” tutupnya.






