JurnalLugas.Com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengungkapkan bahwa program makan gratis pernah diimplementasikan pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Menurut Suharso, program makan makanan bergizi ini, yang kini diusulkan oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih dalam Pemilu 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bukanlah hal baru bagi Indonesia.
Sejarah Program Makan Gratis
Suharso menjelaskan bahwa inisiatif makan gratis sudah ada sejak masa Orde Baru. “Di zaman Pak Harto, program makan gratis juga ada, meskipun bentuknya berbeda dengan yang diusulkan sekarang,” ujarnya.
Kajian dan Persiapan Program
Dalam kaitan dengan rencana pemerintahan Prabowo-Gibran, Suharso mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mendalam mengenai penerapan program makan gratis ini. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek seperti target penerima, rasio gizi dalam setiap menu, dan mekanisme pelaksanaan program.
“Menentukan target grup sangat penting karena hal itu akan mempengaruhi jumlah anggaran yang dibutuhkan,” kata Suharso saat ditemui di kompleks DPR RI pada Selasa, 4 Juni 2024.
Anggaran dan Prioritas
Suharso menyatakan bahwa perhitungan anggaran untuk program ini sudah dibuat dalam beberapa skenario, dari yang paling minimal hingga maksimal. Namun, ia belum dapat mengungkapkan besaran anggaran tersebut karena proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berlangsung.
“Politik anggaran adalah soal memilih. Jadi, nanti kita lihat mana yang menjadi prioritas dan mana yang berdampak signifikan terhadap target yang disepakati,” tegas Suharso.
Pentingnya Program Makan Gratis
Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6%-8% untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui perbaikan sumber daya manusia (SDM), termasuk program makan bergizi yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto.
Dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Sri Mulyani menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui makanan bergizi, reformasi kesehatan, pendidikan, dan jaring pengaman sosial adalah langkah krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.
“Program perbaikan SDM melalui makanan bergizi, perbaikan dan reformasi kesehatan, pendidikan, dan jaring pengaman sosial menjadi sangat penting,” tutur Sri Mulyani pada rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 4 Juni 2024.
Dengan adanya kajian dan rencana yang matang, diharapkan program makan gratis dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Keberhasilan program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.






