JurnalLugas.Com – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), mengemukakan saran unik terkait program makan siang gratis yang diusung oleh Presiden dan Wakil Presiden Terpilih RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Beliau menyarankan agar program tersebut tidak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), melainkan juga melibatkan kontribusi dari BUMN dan sektor swasta.
Haidar menekankan pentingnya mengantisipasi kemungkinan beban berat pada APBN yang mungkin timbul akibat pelaksanaan program ini.
Untuk itu, ia menyarankan agar program tersebut tidak mengorbankan alokasi anggaran untuk pendidikan, kesehatan, energi, dan perlindungan sosial.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar penerima program makan siang gratis diprioritaskan berdasarkan skala kebutuhan, seperti siswa dari keluarga kurang mampu dan ibu hamil yang membutuhkan dukungan.
Dengan memprioritaskan penerima berdasarkan kebutuhan, tidak hanya tepat sasaran tetapi juga dapat mengurangi tekanan beban terhadap APBN.
Haidar menekankan bahwa pendekatan ini lebih solutif daripada pelaksanaan bertahap dari daerah 3T.
Menurutnya, pelaksanaan bertahap hanya akan mengurangi beban APBN pada tahun pertama saja, sementara beban tahun-tahun berikutnya dapat menjadi semakin berat.
Haidar berharap saran ini dapat dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto untuk menjaga kelancaran program makan siang gratis tanpa membebani APBN atau menciptakan masalah baru.
“Oleh karena itu, saya berharap masukan ini sampai ke Pak Prabowo untuk dapat beliau pertimbangkan karena program makan siang gratis ini sangat bagus dan harus berjalan tanpa membuat APBN “boncos” dan tanpa menciptakan masalah baru,” ujarnya, Minggu 12 Mei 2024.






