Kenaikan Harga Kakao di Bursa Komoditi New York Diprediksi akan Terus Melonjak

Cocoa beans full background

JurnalLugas.Com – Harga kakao berjangka di bursa komoditi New York menunjukkan penguatan signifikan pada Selasa, 18 Juni 2024. Kontrak berjangka untuk pengiriman bulan Juli 2024 mencatat kenaikan sebesar 2,26%, mencapai harga $9.877 per ton.

Kenaikan harga ini terutama dipicu oleh penurunan produksi kakao di Pantai Gading, yang dikenal sebagai produsen kakao terbesar di dunia. Berdasarkan data pemerintah, sejak 1 Oktober hingga 16 Juni, para petani di Pantai Gading hanya berhasil mengirimkan 1,56 juta metrik ton (MMT) kakao ke pelabuhan. Angka ini menunjukkan penurunan drastis sebesar 29% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Harga Kakao Berjangka Melemah Akibat Penguatan Dolar AS

Ecom Agroindustrial, salah satu trader komoditas utama, memproyeksikan bahwa produksi kakao di Pantai Gading untuk tahun panen 2023/24, yang akan berakhir pada bulan September, akan turun sebesar 21,5% dari tahun ke tahun (y/y). Proyeksi ini membawa produksi kakao pada level terendah dalam delapan tahun terakhir, yakni 1,75 MMT.

Kondisi ini mempengaruhi pasar global kakao, mengingat pentingnya peran Pantai Gading dalam pasokan kakao dunia. Penurunan produksi yang signifikan ini menjadi sinyal bagi peningkatan harga kakao di bursa komoditi, mengingat kekhawatiran pasar akan kekurangan pasokan.

Baca Juga  Lonjakan Harga Kakao Berjangka di Bursa Komoditi New York Sentimen Negara Penghasil Kakao Afrika Masih Kemarau

Dengan demikian, investor dan pelaku pasar di New York merespon cepat situasi ini dengan peningkatan harga kontrak berjangka kakao.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait