Musuh Bebuyutan Donald Trump Pernah Sebut Trump Idiot Kini JD Vance Jadi Cawapresnya di Pilpres 2024

JurnalLugas.Com – JD Vance, yang pernah menjadi kritikus paling vokal terhadap Donald Trump, kini mendampingi calon presiden dari Partai Republik itu sebagai calon wakil presiden dalam pemilu AS 2024. Perubahan pandangan politik Vance ini menimbulkan banyak pertanyaan dan perdebatan di kalangan politik.

Awal Mula Kritik terhadap Trump
Pada masa pemilu presiden 2016, JD Vance secara terbuka menyebut Trump sebagai “idiot”. Dalam sebuah pesan pribadi di Facebook kepada salah satu rekannya, Vance bahkan menyebut Trump sebagai ‘Hitler Amerika’. Komentar ini pertama kali dilaporkan pada 2022, dan juru bicara Vance tidak membantahnya, namun mengatakan bahwa komentar tersebut tidak lagi mewakili pandangan Vance saat ini.

Bacaan Lainnya

Transformasi Menjadi Pendukung Trump
Ketika Trump mengumumkan Vance sebagai pasangannya pada Senin, 15 Juli 2024, Vance telah berubah menjadi salah satu pembela Trump yang paling gigih. Senator asal Ohio ini setia berdiri di sisi Trump, bahkan saat Trump menghadapi banyak masalah hukum. Penunjukan Vance sebagai pasangan Trump memicu banyak pertanyaan dari Partai Demokrat maupun Partai Republik. Banyak yang mempertanyakan apakah Vance lebih didorong oleh oportunisme ketimbang ideologi.

Baca Juga  Trump Hina Khamenei Iran Ancam Tunjukkan Kekuatan Nyata

Alasan Perubahan Pandangan Vance
Menurut laporan Reuters, banyak penasihat Trump menganggap transformasi Vance sebagai hal yang wajar. Senator Partai Republik John Barrasso dari Wyoming, yang digambarkan Vance sebagai seorang mentor, mengatakan bahwa Vance mengubah pandangannya terhadap Trump karena “dia melihat keberhasilan yang dibawa oleh Trump sebagai presiden ke negara ini.”

Vance sendiri menjelaskan bahwa tidak ada momen “eureka” yang mengubah pandangannya tentang Trump. Sebagai contoh, dia setuju dengan pendapat Trump bahwa perdagangan bebas telah melemahkan industri manufaktur di AS dan membawa negara terlalu cepat terlibat dalam perang luar negeri. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times pada Juni, Vance mengatakan bahwa dia terlalu terpaku pada gaya bicara Trump sehingga mengabaikan substansi kebijakan yang ditawarkan.

Sikap Terhadap Isu-Isu Kontroversial
Vance juga mengubah pandangannya terkait beberapa isu kontroversial. Pada 2021, dia menyiratkan dalam sebuah wawancara bahwa korban pemerkosaan dan inses diwajibkan mempertahankan kehamilan sampai melahirkan. Namun, pada November, dia menggambarkan pemungutan suara warga Ohio untuk menambahkan hak layanan aborsi ke dalam konstitusi negara bagian tersebut sebagai “pukulan telak”. Kini, Vance mengatakan mendukung akses terhadap pil aborsi mifepristone, sebuah pandangan yang juga dianut oleh Trump.

Baca Juga  xAI Cari Dana Rp81 Triliun di Tengah Konflik Elon Musk vs Donald Trump

Reaksi Terhadap Perubahan Vance
Reaksi terhadap perubahan pandangan Vance bervariasi. Sekutu-sekutu Trump yang paling konservatif mendukungnya, dengan komentator konservatif Tucker Carlson mengatakan bahwa Vance memahami dan setuju dengan apa yang dilakukan Trump. Namun, tidak sedikit pula yang meragukan motivasi di balik perubahan pandangan ini, mempertanyakan apakah Vance benar-benar bertransformasi atau hanya mencari kesempatan politik.

Transformasi JD Vance dari kritikus menjadi pendukung Donald Trump menunjukkan dinamika yang kompleks dalam politik Amerika. Perubahan pandangan ini tidak hanya mempengaruhi posisi Vance sendiri, tetapi juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam lanskap politik Partai Republik.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait