Kenapa Mobil di Thailand Lebih Murah dari pada di Indonesia ini Alasannya

JurnalLugas.Com – Pasar otomotif Thailand menunjukkan perkembangan yang lebih pesat dibandingkan Indonesia, yang penjualannya tertahan di angka satu juta unit selama satu dekade terakhir. Salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia adalah tingginya harga kendaraan.

Faktor-Faktor Penyebab Pertumbuhan Pesat di Thailand
Permintaan kendaraan roda empat di Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia, salah satu penyebabnya adalah harga mobil yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya instrumen pajak yang harus dibayar di Thailand dibandingkan Indonesia.

Bacaan Lainnya

Contoh konkritnya adalah Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang tidak dipungut di Thailand, sementara di Indonesia tarif BBNKB bisa mencapai 12,5 persen dari harga dasar kendaraan.

“Pajak kita itu kira-kira 40 persen (di Indonesia), sementara 32 persen (di Thailand). Bandingkan kita dengan Thailand itu yang paling berbeda jauh itu BBNKB, sama PPN, kita PPN kita 11 persen, Thailand 7 persen,” kata Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riyanto di ICE BSD City, Tangerang, 23 Juli 2024.

Baca Juga  Tanpa KTP Asli, Pajak Kendaraan Tetap Bisa Dibayar, Ini Cara Resmi Jarang Diketahui

Solusi untuk Meningkatkan Daya Saing Indonesia
Untuk meningkatkan daya beli dan persaingan dengan Thailand, Riyanto menyarankan pemerintah untuk mengurangi beberapa instrumen pajak. Menurutnya, langkah ini bisa membuat harga mobil lebih terjangkau.

“Thailand 7 persen PPN, BBNKB tidak ada. Kita 12,5 persen, Ini pajak daerah, hemat saya kalau kita mau kompetitif dengan Thailand, ini harus ada pengorbanan juga, dari sisi penurunan harga nggak mungkin kita bisa bersaing dengan Thailand yang harganya jauh lebih murah,” ujarnya.

Selain itu, pajak tahunan kendaraan bermotor di Indonesia juga sangat memberatkan masyarakat. Banyaknya instrumen pajak membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya jutaan Rupiah setiap tahunnya.

Baca Juga  Pajak Mobil Listrik Diubah, Beban Warga Naik? Ini Penjelasan Menkeu

“Di Thailand tidak ada BBNKB, tapi pajak tahunannya itu flat. Perbandingannya untuk MPV low setara Veloz itu pajaknya cuma Rp1,6 juta, kita sudah Rp3 jutaan kalau tidak salah. Innova itu kira-kira Rp2,5 juta, fix itu PKB-nya. Tapi kalau kita PKB ranahnya penerimaan daerah yang melanjutkan,” kata dia.

Untuk bisa bersaing dengan Thailand dalam hal pasar otomotif, Indonesia perlu mempertimbangkan kebijakan perpajakan yang lebih ringan. Langkah ini tidak hanya akan menurunkan harga mobil, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan penjualan mobil di tanah air.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait