JurnalLugas.Com – Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Iran kemungkinan akan melancarkan serangan terhadap Israel dalam 24 hingga 48 jam ke depan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, saat melakukan pertemuan online dengan rekan-rekannya dari kelompok G7 pada Senin, 5 Agustus 2024.
“Serangan Iran dan Hizbullah terhadap Israel dapat dimulai paling cepat pada Senin,” ujar beberapa sumber.
Iran bersumpah untuk menyerang Israel setelah negara Zionis tersebut membunuh komandan Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut dan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Tehran pekan lalu.
“Kewajiban kita untuk balas dendam,” kata Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, seusai pembunuhan Haniyeh.
Hamas dan Hizbullah merupakan sekutu dekat Iran di Timur Tengah. Tehran juga memiliki hubungan erat dengan kelompok Houthi dari Yaman.
Pada awal tahun ini, Iran dan Israel sempat terlibat dalam serangan saling balas menggunakan drone dan rudal. Namun, gesekan tersebut bersifat terbatas dan kedua belah pihak segera melakukan deeskalasi.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pertempuran pecah antara Hamas dan Israel di Gaza pada Oktober 2023. Iran, Hizbullah, dan Houthi memberikan dukungan kepada kelompok Palestina tersebut.
Perkembangan ini membuat situasi di kawasan tersebut semakin memanas, menambah ketidakpastian di wilayah yang sudah rentan konflik ini.






