JurnalLugas.Com – Klinik MaNaDr telah menerima perintah dari Kementerian Kesehatan (MOH) untuk menghentikan layanan telemedicine rawat jalan mulai 16 Agustus. Langkah ini diambil setelah MOH menemukan kekhawatiran terkait kualitas perawatan dan durasi konsultasi yang terlalu singkat, menimbulkan keraguan terhadap integritas layanan yang diberikan oleh klinik tersebut.
Dalam penyelidikan awal, MOH menemukan potensi pelanggaran di mana sertifikat medis (MC) diterbitkan setelah serangkaian telekonsultasi yang sangat singkat. MOH melaporkan lebih dari 100.000 telekonsultasi dalam satu bulan tertentu berlangsung kurang dari satu menit, dengan durasi terpendek hanya satu detik. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keselamatan pasien dan kualitas perawatan yang diberikan.
Bahkan, dalam beberapa kasus, pasien menerima beberapa MC dalam waktu singkat setelah telekonsultasi yang hanya berlangsung beberapa detik. Sebagai contoh, lebih dari 1.500 pasien menerima MC hingga lima kali dalam satu bulan, dengan jumlah tertinggi mencapai 19 MC untuk satu pasien dalam bulan tersebut. Selain itu, catatan kasus yang disimpan terkadang tidak mencerminkan durasi konsultasi, menunjukkan ketidaksesuaian antara catatan dan waktu yang dihabiskan dalam telekonsultasi.
MaNaDr, yang berlokasi di City Gate, Beach Road, merupakan bagian dari Mobile-health Network Solutions, sebuah perusahaan telehealth Asia-Pasifik yang pertama kali terdaftar di bursa saham Nasdaq. Perusahaan ini menawarkan layanan konsultasi online 24/7 dengan tarif mulai dari $8,20, serta mengklaim memiliki lebih dari 1.500 dokter di Singapura dengan lebih dari satu juta pengguna.
Saat ini, situs web MaNaDr menampilkan pernyataan bahwa mereka telah diperintahkan untuk menghentikan layanan telekonsultasi mulai 16 Agustus 2024 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Klinik ini terdaftar untuk memberikan layanan medis rawat jalan melalui tiga metode: di tempat permanen, di tempat sementara, dan secara jarak jauh.
Penyelidikan MOH terhadap MaNaDr dimulai setelah menerima keluhan terkait praktik klinis yang tidak sesuai, terutama mengenai layanan telekonsultasi dalam beberapa bulan terakhir. MOH juga sedang meninjau konsultasi yang dilakukan oleh praktisi medis di klinik tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran kode etik Dewan Medis Singapura (SMC). Tidak menutup kemungkinan tindakan hukum lebih lanjut akan diambil terhadap klinik dan pejabat kunci terkait.
Siaw Tung Yeng, salah satu pendiri MaNaDr, menyatakan bahwa mereka saat ini bekerja sama dengan MOH dalam investigasi yang sedang berlangsung. Insiden ini muncul setelah MOH memperketat aturan penerbitan MC oleh platform telemedicine, merespons laporan bahwa MC diterbitkan untuk alasan non-medis, seperti keinginan pasien untuk menghindari pekerjaan atau sekolah.
MOH menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan audit dan pemantauan terhadap penyedia telemedicine berlisensi lainnya, guna memastikan bahwa layanan telekonsultasi dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tindakan ini diharapkan dapat menjaga standar keselamatan dan kualitas perawatan yang diberikan melalui layanan telemedicine.






