JurnalLugas.Com – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan kinerja yang melampaui ekspektasi pada semester I-2024, memicu potensi kenaikan harga sahamnya. Setidaknya tiga sekuritas telah merevisi target harga saham JPFA ke arah yang lebih tinggi, didorong oleh hasil positif dari site visit ke pabrik JPFA di Tangerang, khususnya di Ciomas Commercial Farm (CCF) dan PT So Good Food (SGF).
Menurut Raka Junico, analis MNC Sekuritas, JPFA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp27,6 triliun pada semester I-2024, tumbuh 14% secara tahunan. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh margin yang membaik akibat penurunan biaya, sehingga laba bersih melonjak 17 kali lipat menjadi Rp1,5 triliun. “Laba bersih ini melampaui ekspektasi kami dan konsensus,” ujar Raka pada Sabtu, 24 Agustus 2024.
Raka juga menilai, posisi strategis pabrik JPFA di Banten memudahkan akses ke konsumen Jabodetabek, yang mayoritas berasal dari segmen menengah ke atas. Dengan asumsi pendapatan dan laba bersih yang meningkat didukung oleh harga broiler dan DOC yang stabil, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga baru di Rp2.080, naik 31,6% dari harga saat ini Rp1.580.
Analis Samuel Sekuritas, Belva Monica, juga optimis terhadap kinerja JPFA, terutama dari segmen makanan olahan melalui PT SGF. Ia memperkirakan harga broiler akan turun pada semester II-2024, berpotensi meningkatkan margin di segmen ini. Samuel Sekuritas tetap merekomendasikan BUY meski secara sektoral tetap bersikap netral, dengan target harga saham naik dari Rp1.600 menjadi Rp1.790, memberikan potensi upside sebesar 13%.
Victor Stefano dari BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi perkiraan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih JPFA menjadi masing-masing 24% dan 9%, didorong oleh biaya produksi yang lebih rendah. Meskipun ia memprediksi kinerja di sisa tahun ini tidak akan sekuat semester pertama, Victor tetap mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga baru Rp2.200, karena valuasi saham JPFA yang dianggap atraktif.
Kinerja kuat JPFA di semester I-2024 ini jelas memberikan sinyal positif bagi para investor, dengan potensi pertumbuhan yang tetap menarik meski tantangan masih ada di depan.






