Butuh Dana US$135 juta WHO Rencanakan Hadapi Wabah Cacar Monyet (Mpox)

JurnalLugas.Com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengumumkan rencana kesiapsiagaan dan respons untuk menangani wabah cacar monyet (mpox) yang saat ini menjadi keadaan darurat kesehatan global. Rencana ini bertujuan untuk mengoordinasikan upaya global dalam menahan penyebaran virus yang mematikan ini.

WHO membutuhkan dana sebesar US$135 juta (sekitar Rp2 triliun) untuk mendukung rencana tersebut selama enam bulan pertama, mulai September. Langkah ini diambil guna memperkuat upaya WHO dan mitra-mitranya dalam menghentikan rantai penularan mpox antar manusia, yang telah menyebar dengan cepat di Afrika Tengah, menyebabkan ratusan kematian dan ribuan infeksi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Waspada Cacar Monyet Virus Mpox Sudah Mampir ke Indonesia

Dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan, termasuk peningkatan pemantauan dan diagnostik. Hal ini penting untuk membantu para ilmuwan memahami bagaimana virus ini berkembang dan faktor-faktor apa yang mendorong penyebarannya. Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk membantu negara-negara dalam merancang strategi respons yang efektif, meminimalkan penularan dari hewan ke manusia, serta memastikan ketersediaan vaksin.

Afrika, sebagai satu-satunya benua di mana cacar monyet bersifat endemik, tidak menerima vaksin pada tahun 2022 ketika wabah ini mulai menyebar ke seluruh dunia. Hingga saat ini, benua Afrika juga belum mendapatkan akses terhadap vaksin untuk versi mutasi baru virus ini, yang telah diberikan tingkat kewaspadaan tertinggi oleh WHO.

Sejauh ini, WHO telah menggunakan dana daruratnya untuk memulai penanganan wabah ini, ungkap Michael Ryan, Direktur Eksekutif WHO untuk Kedaruratan Kesehatan, pada awal bulan ini. Selain itu, WHO telah melakukan diskusi selama lebih dari setahun untuk mengembangkan perjanjian pandemi yang akan memastikan kontribusi dari semua negara anggota. Perjanjian ini bertujuan untuk menjamin akses yang adil terhadap vaksin, diagnostik, dan terapi pengobatan.

Baca Juga  Serum Institute of India (SII) Kembangkan Vaksi Mpox Cacar Monyet CEO SII Adar Poonawalla Darurat Kesehatan

“Kita kalah di tempat di mana tidak ada komitmen politik, di mana ada kebingungan, dan di mana kurangnya koordinasi,” kata Ryan dalam pengarahan pada 7 Agustus.

Dengan rencana ini, WHO berharap dapat mengendalikan penyebaran virus cacar monyet dan mencegahnya menjadi ancaman kesehatan global yang lebih besar.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait