JurnalLugas.Com — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyoroti kondisi kesehatan yang semakin kritis di Jalur Gaza. Dalam laporan terbarunya, lembaga di bawah naungan PBB itu mengungkapkan bahwa lebih dari 15.600 pasien kini membutuhkan evakuasi medis segera untuk mendapatkan perawatan yang layak di luar wilayah konflik.
Menurut pernyataan resmi WHO, situasi medis di Gaza “telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.” Fasilitas kesehatan yang tersisa mengalami kekurangan obat-obatan, tenaga medis, serta pasokan listrik dan air bersih yang vital untuk operasi rumah sakit.
“Lebih dari 15.000 orang mengalami amputasi akibat serangan dan situasi perang yang berkepanjangan. Banyak dari mereka memerlukan rehabilitasi segera agar tidak kehilangan fungsi tubuh secara permanen,” ujar pejabat WHO yang enggan disebutkan namanya, dikutip Rabu (15/10).
Ancaman Wabah dan Infrastruktur Medis Lumpuh
Selain korban luka, WHO memperingatkan potensi munculnya wabah penyakit menular akibat rusaknya sistem sanitasi dan menurunnya layanan kesehatan dasar. Penumpukan sampah medis, minimnya air bersih, serta padatnya tempat pengungsian menjadi kombinasi berbahaya bagi penyebaran virus.
“Kami memantau risiko peningkatan penyakit menular seperti diare akut, infeksi saluran pernapasan, dan kulit. Kondisi ini bisa berubah menjadi epidemi jika tak segera diatasi,” kata pejabat WHO lainnya.
WHO juga menegaskan pentingnya membuka kembali koridor medis untuk memfasilitasi evakuasi pasien kritis keluar dari Jalur Gaza. Langkah itu dinilai sangat penting agar mereka bisa mengakses perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan yang memadai.
Krisis Kemanusiaan Semakin Memburuk
Lembaga tersebut memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza berpotensi semakin parah jika penutupan akses bantuan medis tetap berlanjut. Banyak pasien kini menunggu di perbatasan tanpa kepastian, sementara tenaga kesehatan setempat bekerja dalam tekanan ekstrem dan kekurangan sumber daya.
Dalam penilaian WHO, sistem kesehatan Gaza kini berada di ambang kolaps total. Tanpa dukungan internasional dan izin jalur evakuasi medis, ribuan jiwa dikhawatirkan tidak akan tertolong.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com






