JurnalLugas.Com – Pemerintah Indonesia tengah memprioritaskan vaksinasi untuk penyakit cacar monyet atau Mpox bagi kelompok yang dianggap berisiko tinggi. Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus di kalangan kelompok rentan. Vaksinasi gratis akan diberikan kepada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit ini, salah satunya adalah kelompok Lelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki (LSL) yang sudah terpapar Mpox.
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi, vaksinasi gratis hanya diberikan kepada mereka yang telah terpapar virus, seperti kelompok LSL yang sudah terinfeksi. “Kalau yang termasuk sasaran seperti LSL yang terpapar penderita Mpox akan diberikan gratis,” ujar dr. Nadia pada Jumat (30/8).
Bagi kelompok LSL yang belum terpapar Mpox, vaksinasi tidak akan diberikan secara gratis. Mereka yang membutuhkan vaksin dapat mendapatkannya secara mandiri melalui fasilitas kesehatan yang tersedia. “Ini tidak termasuk sasaran,” tambah dr. Nadia.
Lebih lanjut, untuk kelompok di luar kategori berisiko tinggi lainnya, vaksinasi juga tidak disediakan secara gratis. Mereka harus mendapatkan vaksin secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta yang menyediakan layanan tersebut. Biaya vaksinasi pun bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin.
Selain LSL yang terpapar, kelompok berisiko tinggi lainnya yang berhak mendapatkan vaksinasi Mpox antara lain petugas laboratorium yang memeriksa spesimen virologi, terutama di daerah dengan kasus Mpox, petugas kesehatan yang menangani kasus Mpox, serta kelompok GBMSM (Gay, Biseksual, dan Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria lainnya), dan individu yang telah kontak dengan penderita Mpox dalam dua minggu terakhir. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, M.K.M.
Dengan adanya vaksinasi ini, diharapkan penyebaran virus Mpox dapat diminimalisir, terutama di kalangan kelompok rentan. Pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin bagi mereka yang membutuhkan, sambil tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah meluasnya wabah.






