JurnalLugas.Com – Anies Baswedan baru-baru ini mengungkapkan alasan mengapa ia memilih mendirikan organisasi masyarakat (ormas) atau partai politik (parpol) sendiri, dibandingkan bergabung dengan parpol yang sudah ada. Menurut Anies, langkah ini merupakan bagian dari usahanya untuk mewujudkan visi dan misi perubahan yang ingin ia capai di tengah dinamika politik yang kian kompleks.
Dalam sebuah video yang diunggah pada Minggu (1/9/2024), Anies menjelaskan, “Dengan mengumpulkan semangat perubahan yang semakin besar, dibutuhkan sebuah gerakan untuk mewujudkannya. Mendirikan ormas atau partai baru bisa menjadi solusi yang kami pilih.” Ia berharap, dalam waktu dekat, mereka bisa mewujudkan langkah-langkah konkret untuk menampung gerakan yang semakin berkembang untuk Indonesia yang lebih demokratis dan sehat secara politik.
Anies juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima tawaran dari salah satu partai untuk bergabung. Namun, ia menolak tawaran tersebut karena merasa bahwa banyak partai politik saat ini sudah terpengaruh oleh kekuasaan pemerintah. “Kalau masuk partai, pertanyaannya adalah partai mana yang tidak tersandera oleh kekuasaan? Bahkan untuk mencalonkan diri terasa terancam,” tegasnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan merupakan calon presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024-2029. Bersama calon wakil presiden Gus Imin, Anies didukung oleh beberapa partai besar seperti PKB, PKS, dan NasDem. Namun, pasangan Anies-Gus Imin kalah dalam kontestasi tersebut, dan kemenangan diraih oleh pasangan Prabowo-Gibran.
Setelah kekalahan tersebut, Anies berniat untuk mencalonkan diri dalam Pilkada Serentak 2024 di DKI Jakarta. Sayangnya, koalisi pendukungnya sebelumnya, yaitu PKB, PKS, dan NasDem, memilih bergabung dengan koalisi KIM Plus, yang merupakan koalisi pemerintahan. Anies, yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun, kemudian mendapat tawaran dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk maju dalam Pilkada Serentak 2024. Namun, tawaran tersebut memerlukan Anies untuk menjadi kader PDIP terlebih dahulu. Menolak tawaran tersebut, Anies akhirnya batal diusung oleh PDIP.
Dengan latar belakang ini, keputusan Anies untuk mendirikan partai sendiri menunjukkan tekadnya untuk tetap independen dan terus memperjuangkan visi politiknya tanpa terpengaruh oleh dinamika partai politik yang sudah ada.






