JurnalLugas.Com – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan terakhir. Harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman November terjatuh hingga 1,11% menjadi MYR 3.933 per ton pada Senin, 2 September 2024. Penurunan ini dipicu oleh kejatuhan harga minyak nabati pesaing yang mempengaruhi daya tarik CPO di pasar global.
Meskipun harga CPO mengalami penurunan, komoditas ini masih berada dalam tren positif. Dalam sepekan terakhir, harga CPO mencatatkan kenaikan sebesar 0,31%, dan selama sebulan terakhir, harga meningkat hampir 4%. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan jangka pendek, tren jangka panjang masih menunjukkan kenaikan.
Pengaruh Harga Minyak Nabati Pesaing
Penurunan harga CPO kemarin terutama dipengaruhi oleh dinamika harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai. Di bursa Dalian, China, harga minyak kedelai mengalami penurunan sebesar 1,24% pada hari yang sama. Saat harga minyak nabati pesaing menjadi lebih murah, daya saing CPO pun menurun. Ini berdampak langsung pada permintaan dan harga CPO di pasar internasional.
Fundamental Pasar dan Penurunan Permintaan
Secara fundamental, mulai terlihat adanya penurunan permintaan terhadap CPO. Data dari Intertek Testing Services menunjukkan bahwa ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 9,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap CPO mulai terpengaruh oleh harga minyak nabati pesaing yang lebih murah.
Selain itu, penentuan harga acuan CPO oleh pemerintah Indonesia juga turut mempengaruhi pasar. Pada September 2024, harga acuan CPO ditetapkan sebesar US$ 839,53 per metrik ton, lebih tinggi dibandingkan dengan harga acuan pada Agustus yang sebesar US$ 820,11 per metrik ton. Kenaikan harga acuan ini dapat mempengaruhi daya saing ekspor CPO Indonesia di pasar global.
Secara keseluruhan, penurunan harga CPO baru-baru ini lebih disebabkan oleh persaingan harga dengan minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai. Meskipun demikian, tren jangka panjang masih menunjukkan potensi kenaikan harga. Namun, penting untuk memperhatikan perkembangan harga minyak nabati lainnya dan permintaan global yang dapat terus mempengaruhi harga CPO ke depan.






