JurnalLugas.Com – PT Waskita Karya Tbk (Persero) (WSKT) telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang dengan menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) senilai Rp26,3 triliun. Direktur Utama WSKT, Muhammad Hanugroho, menyatakan bahwa persetujuan restrukturisasi ini didapat dari 21 bank, melanjutkan penyempurnaan MRA yang sebelumnya telah dilakukan pada 2021.
Hanugroho berharap, setelah penandatanganan ini, Waskita Karya dapat mencapai kestabilan keuangan dan fokus melanjutkan program transformasi yang telah direncanakan. Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan mendapatkan keringanan berupa penurunan suku bunga dari 5% menjadi 3,5% dengan tenor 10 tahun.
Setelah restrukturisasi ini, Waskita Karya akan fokus menyelesaikan berbagai kewajiban seperti pembayaran kepada vendor dan pajak. Menurut Hanugroho, ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan keuangan perusahaan, sehingga bisa lebih fokus dalam menyelesaikan proyek-proyek konstruksi yang sedang berjalan.
Selain restrukturisasi utang dengan bank, WSKT juga merampungkan restrukturisasi tiga seri Obligasi Non Penjaminan dengan total nilai Rp3 triliun. Sementara itu, restrukturisasi sebesar Rp1,3 triliun masih dalam proses penyelesaian.
Menteri BUMN, Erick Thohir, dan Wakil Menteri BUMN, Kartiko Wirjoatmodjo, turut menyaksikan penandatanganan ini. Hingga akhir 2023, WSKT memiliki total utang sebesar Rp41,2 triliun, dengan Rp26,3 triliun berasal dari bank, dan sisanya dari instrumen utang lain seperti obligasi. Hanugroho memperkirakan, butuh setidaknya 17 tahun atau hingga 2039 untuk menyelesaikan seluruh utang tersebut dengan suku bunga 3,5%.
Di tengah upaya restrukturisasi, hingga semester I 2024, Waskita Karya masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp2,15 triliun, naik 4,18% dari kerugian Rp2,07 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Proses restrukturisasi utang yang dijalani PT Waskita Karya diharapkan mampu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, memberikan ruang untuk melanjutkan program transformasi dan menyelesaikan proyek-proyek penting di masa mendatang.






