JurnalLugas.Com – Pemimpin Mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, menekankan pentingnya mencegah penutupan (shutdown) pemerintah yang diperkirakan terjadi pada 30 September 2024. Hal ini disampaikannya ketika para anggota parlemen kembali ke Washington setelah masa jeda bulan Agustus, menjelang Pemilu AS yang akan digelar November nanti.
Dalam suratnya kepada sesama anggota Partai Demokrat pada 8 September 2024, Schumer menegaskan dukungan partainya terhadap perpanjangan pendanaan jangka pendek, atau yang dikenal sebagai continuing resolution. Ia juga mendesak Partai Republik untuk mendukung langkah bipartisan guna menjaga stabilitas pemerintah.
Schumer menekankan bahwa Partai Demokrat tidak akan membiarkan “pil racun” atau ekstremisme dari Partai Republik mengganggu pendanaan program-program penting. Ia juga menyebut adanya potensi kerjasama bipartisan terkait RUU otorisasi pertahanan tahunan, keselamatan kereta api, penurunan biaya insulin, obat resep, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, anggota DPR dari Partai Republik pekan lalu mengusulkan langkah pendanaan sementara yang mencakup Undang-Undang Safeguard American Voter Eligibility. RUU ini mengharuskan bukti kewarganegaraan AS sebagai syarat untuk memberikan suara dalam pemilihan.
Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden menentang tindakan tersebut, dengan alasan bahwa warga negara asing sudah dilarang memberikan suara dalam pemilihan federal, dan negara bagian telah memiliki mekanisme perlindungan yang memadai.
Senator John Cornyn dari Texas, seorang Republikan, menyatakan bahwa isu ini telah menjadi partisan, meskipun ia menyatakan bahwa potensi penutupan pemerintah tetap rendah. Menurutnya, kekhawatiran terkait pemilu akan mendorong para pemimpin kongres untuk menyepakati resolusi yang berlaku hingga awal Desember.
Dengan adanya pemilu mendatang, langkah-langkah bipartisan yang tepat diharapkan dapat mencegah shutdown dan menjaga kelancaran jalannya pemerintahan di saat yang krusial.






