JurnalLugas.Com – Pada Kamis, 10 Oktober 2024, saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mengalami tekanan akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor. Setelah melonjak tajam sehari sebelumnya, saham perusahaan yang bergerak di sektor angkutan lepas pantai untuk industri minyak dan gas ini turun sebesar 8,11% pada pukul 10.19 WIB, menuju harga Rp132 per saham.
Pada hari Rabu, 9 Oktober 2024, LEAD mencatat kenaikan signifikan sebesar 26,50%, dengan volume perdagangan mencapai 197,56 juta saham—jauh melampaui rata-rata volume 20-hari yang hanya 25,4 juta saham. Lonjakan ini dipicu oleh kabar rencana konversi utang perusahaan melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), atau yang dikenal dengan private placement.
Konversi Utang untuk Memperbaiki Kesehatan Finansial
Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 8 Oktober 2024, Logindo Samudramakmur mengumumkan rencananya untuk melakukan PMTHMETD guna memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Saat ini, perusahaan menghadapi modal kerja bersih negatif sebesar USD3,02 juta, dan total liabilitas yang mencapai lebih dari 80% dari total asetnya, sesuai dengan regulasi POJK 14/2019.
Menurut laporan keuangan terbaru, total liabilitas perusahaan mencapai USD102,6 juta atau sekitar 81,33% dari total aset sebesar USD126,15 juta. Dalam langkah strategisnya, Logindo akan menerbitkan 1,75 miliar saham baru dengan harga nominal Rp25 per saham dan harga penawaran Rp186 per saham. Ini akan mewakili sekitar 30,17% dari total saham yang akan ditempatkan setelah PMTHMETD.
Konversi utang sebesar USD20 juta (sekitar Rp325,5 miliar) menjadi ekuitas adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi beban utang dan memperkuat posisi keuangannya. Dana yang diperoleh dari penerbitan saham ini akan digunakan untuk melunasi sebagian utang perusahaan melalui mekanisme Debt to Equity Swap (DES), melibatkan CP Asia Fund IV (SF 1) Pte. Limited (OCP IV), OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited (OCP V), dan PT Jalan Terang Samudra (JTS) sebagai pemegang utang.
Pengalihan Utang ke Ekuitas
Utang yang dikonversi termasuk utang pokok dan bunga yang sebelumnya dimiliki oleh UOB dan DBS, yang kemudian dialihkan ke OCP. Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani pada April 2024, total saldo utang yang dialihkan kepada OCP IV dan OCP V mencapai USD95,2 juta. Pada Agustus 2024, sebagian dari tagihan OCP telah dialihkan kepada JTS, yang kini juga akan menerima saham baru dalam rangka PMTHMETD.
Tujuan utama dari langkah ini adalah memperbaiki struktur modal perusahaan serta likuiditasnya. Setelah transaksi selesai, modal kerja bersih diperkirakan akan positif sebesar USD16,97 juta, dengan rasio lancar meningkat menjadi 2,45x dan rasio ekuitas terhadap liabilitas naik menjadi 0,53x.
Dampak Positif pada Keuangan Perusahaan
Analis investasi dari Stockbit, Hendriko Gani, menyatakan bahwa aksi korporasi ini memberikan sentimen positif bagi saham LEAD. Utang yang tinggi telah menjadi tantangan utama bagi perusahaan dalam dua tahun terakhir, terutama karena beban bunga yang signifikan, meskipun sektor offshore supply vessel (OSV) mulai pulih dan pendapatan meningkat.
Jika beban bunga yang dikonversi ke ekuitas sebanding dengan yang tercatat pada semester pertama 2024, Hendriko memperkirakan LEAD dapat mengurangi beban keuangannya sebesar USD1,7 juta per tahun. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mencetak laba bersih sekitar USD1,25 juta pada akhir tahun 2024, atau setara dengan Rp20 miliar dengan kurs Rp15.900 per USD.
Dengan asumsi ini, LEAD diharapkan mencatat laba per saham (EPS) sebesar Rp3,46 per saham, yang menempatkan perusahaan pada valuasi price-to-earnings ratio (PER) sebesar 33,8 kali untuk tahun fiskal 2024.
Persetujuan Pemegang Saham dan Prospek Kedepan
Rencana konversi utang ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang utang, yaitu OCP IV, OCP V, dan JTS, melalui surat tertanggal 16 September 2024. Selanjutnya, rencana ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 November 2024 untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.
Dengan langkah ini, diharapkan struktur permodalan LEAD akan semakin kuat dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Bagi para investor, konversi utang ini bisa menjadi langkah penting untuk memulihkan profitabilitas perusahaan dan memberikan prospek yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.






