Josep Borrell Kebijakan AS terhadap Negara Boneka Israel serta Ancaman Embargo Senjata Omong Kosong

JurnalLugas.Com – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengkritik Amerika Serikat (AS) pada Kamis 17 Oktober 2024, karena memperpanjang tenggat waktu selama sebulan kepada negara boneka Israel, meski korban jiwa di Gaza terus meningkat. Menurut Borrell, penundaan ini memungkinkan lebih banyak nyawa melayang di wilayah yang sudah berada dalam krisis kemanusiaan.

Peringatan dari Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken meminta Israel memperbaiki kondisi kemanusiaan di Gaza. Jika dalam sebulan ke depan tidak ada perubahan, AS mengancam akan menerapkan embargo senjata. Borrell mengkritik AS tidak serius atau omong kosong terkait mengatasi kondisi kemanusiaan di Gaza dan Borrell khawatir mendalam terkait potensi meningkatnya kekerasan dan penderitaan warga Gaza.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Netanyahu Terpojok Desakan Mundur Makin Keras Israel di Ambang Krisis

Borrell juga mengungkapkan keprihatinannya bahwa pemerintah Israel terus menekan berbagai lembaga PBB, termasuk Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Ia menuduh Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang pasukan UNIFIL di Lebanon dan menghalangi operasi kemanusiaan UNRWA di wilayah Israel.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menjadi sasaran kritik pemerintah Israel, dengan tuduhan anti-Yahudi. Netanyahu bahkan meminta agar pasukan UNIFIL ditarik dari Lebanon, meski mandat misi tersebut diperpanjang pada Agustus 2024 oleh Dewan Keamanan PBB untuk memastikan stabilitas dan penyaluran bantuan.

Sejak Januari 2024, UNRWA menghadapi hambatan besar dalam melaksanakan tugasnya. Israel menuduh sejumlah karyawan UNRWA di Gaza terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sehingga beberapa negara menghentikan sementara pendanaan. Namun, setelah penyelidikan independen menemukan tidak adanya bukti kuat, beberapa donor utama melanjutkan bantuan mereka.

Ketegangan di Lebanon terus meningkat sejak 23 September, dengan Israel menggencarkan serangan terhadap Hizbullah. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan 1,34 juta orang mengungsi. Selain itu, konflik antara Israel dan Hamas di Gaza sejak Oktober 2023 telah menelan lebih dari 42.400 korban jiwa, sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak.

Baca Juga  Politik Kotor Zionis Israel Gunakan Iklan Google Cemarkan UNRWA Badan PBB untuk Pengungsi

Kecaman Josep Borrell mencerminkan kekhawatiran global terhadap peningkatan kekerasan di Gaza dan Lebanon, serta tekanan terhadap PBB dan lembaga-lembaganya. Seruan untuk menghentikan kekerasan dan memperbaiki kondisi kemanusiaan harus segera direspons oleh pihak-pihak terkait agar krisis tidak semakin memburuk dan kehidupan warga sipil dapat terselamatkan.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait